WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kejuaraan bola tangan menuju Olympic Youth Games 2026 di Senegal menjadi perhatian di Jakarta, Selasa (12/8/2025). Bukan sekadar ajang olahraga internasional, melainkan tantangan besar bagi Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) yang masih mengandalkan pembiayaan mandiri untuk mempersiapkan atlet. Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah PB ABTI. Organisasi ini tengah menyiapkan atlet untuk tampil di berbagai turnamen penting seperti IHF Trophy Youth and Junior Women Asia, SEA Games, dan Asian Youth Games di Bahrain, Oktober mendatang. Meski fokus pada target Senegal 2026, jalur menuju ajang itu harus dilalui dengan serangkaian kualifikasi dan kejuaraan internasional. Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, menilai pembinaan jangka panjang mutlak dilakukan. “PB ABTI harus mengoptimalkan setiap kesempatan pelatnas dan pertandingan internasional agar atlet siap bersaing di level tertinggi,” ucap Oktohari melalui pernyataan resmi, Selasa (12/8/2025). Di sisi lain, Ketua Umum PB ABTI, Zulfydar Zaidar Mochtar, mengungkapkan bahwa persiapan telah dimulai dengan seleksi nasional untuk kualifikasi Kejuaraan Dunia Indoor Junior dan Youth Women tingkat Asia di Jakarta. “Setelah itu, kami akan menggelar pelatnas di Pontianak untuk tim putra dan putri indoor SEA Games, serta melaksanakan Kejurnas Bola Tangan pada Oktober,” jelasnya. Meski dukungan KOI sudah ada, pendanaan masih menjadi tantangan. PB ABTI berharap bantuan dari pemerintah agar program pelatnas menuju Olympic Youth Games 2026 bisa berjalan lebih lama dan lebih matang. Masyarakat olahraga menunggu langkah konkret pemerintah dalam menopang ambisi tim bola tangan Indonesia di panggung dunia. (Wartabanjar.com/berbagai sumber) Editor: Andi Akbar