WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Ketegangan memanas di lingkup pemerintahan Kota Banjarmasin! DPRD Kota Banjarmasin resmi mendesak Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudporapar) untuk tancap gas mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kini ditargetkan naik dari Rp500 juta menjadi Rp600 juta.
Pasalnya, hingga pertengahan tahun 2025 ini, realisasi PAD Disbudporapar baru menyentuh 6,8 persen — angka yang dinilai DPRD sangat jauh dari ekspektasi.
“Potensinya besar, tidak ada alasan! Semua SKPD harus kreatif dan agresif, termasuk Disbudporapar,” tegas Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, M. Isnaini, sambil menyebut rencana pengambilalihan Menara Pandang serta penarikan PAD dari fasilitas olahraga sebagai peluang emas.
BACA JUGA:Tala Ngebut Tingkatkan Kinerja Pemerintah, SAKIP 2025 Siap Gebrak Target Besar Jelang HUT RI
Menanggapi ultimatum itu, Plt Kadisbudporapar Banjarmasin, Fitriah, mengakui capaian saat ini memang rendah. Ia menyebut aturan retribusi di Peraturan Daerah yang belum tuntas menjadi hambatan utama.
“Target Rp600 juta sudah disepakati sejak awal. Kita akan kejar dengan berbagai cara, tapi regulasi di Perda masih kita tunggu,” ungkapnya.
DPRD menegaskan, dorongan ini bukan sekadar mengejar angka, melainkan memastikan pengelolaan keuangan kota lebih maksimal. Langkah ini diharapkan mencegah defisit anggaran seperti tahun lalu yang membuat Banjarmasin terpaksa menanggung utang pembayaran.(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad
