WARTABANJAR. COM, JAKARTA — Petenis remaja Kanada Victoria Mboko menorehkan sejarah dengan menjuarai WTA 1000 Montreal 2025, usai menaklukkan juara Grand Slam empat kali Naomi Osaka dalam laga final dramatis yang berlangsung Kamis (7/8) waktu setempat atau Jumat WIB. Mboko, yang berstatus wild card, tampil luar biasa dalam pertandingan tiga set yang berakhir dengan skor 2-6, 6-4, 6-1. Di hadapan publik tuan rumah, petenis berusia 18 tahun itu tampil percaya diri dan solid setelah kehilangan set pertama. “Pekan ini luar biasa di Montreal,” kata Mboko saat upacara penyerahan trofi. “Saya ingin berterima kasih kepada Naomi atas pertandingan yang luar biasa. Saya mengagumi Anda sejak kecil. Bisa bermain melawan Anda adalah sebuah kehormatan.” Mboko juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para penonton di Montreal yang memberikan dukungan penuh sepanjang turnamen. "Kalian luar biasa. Saya sangat bersyukur," ucapnya. Lompatan Besar dan Rekor Bersejarah Kemenangan ini menjadi gelar WTA Tour pertama bagi Mboko, dan langsung tercatat sebagai salah satu prestasi paling sensasional tahun ini. Pekan gemilangnya dimulai dengan mengalahkan empat juara Grand Slam secara beruntun: Sofia Kenin, Coco Gauff, Elena Rybakina, dan Naomi Osaka. Gauff dan Rybakina adalah unggulan pertama dan ketiga di turnamen ini, menjadikan Mboko sebagai petenis remaja kedua dalam era Open yang menaklukkan dua unggulan 3 besar dan dua juara Grand Slam dalam satu turnamen, setelah Serena Williams pada 1999. Tidak hanya itu, Mboko kini tercatat sebagai: Petenis Kanada ketiga yang menjuarai Canadian Open dalam era Open, setelah Faye Urban (1969) dan Bianca Andreescu (2019). Petenis wild card ketiga yang menjuarai WTA 1000 sejak sistem diperkenalkan pada 2009, setelah Maria Sharapova (Cincinnati 2011) dan Bianca Andreescu (Indian Wells 2019). Peringkat Melonjak 51 Tingkat Sebelum turnamen ini, Mboko berada di peringkat 333 dunia. Dengan gelar Montreal, ia dipastikan akan melesat ke peringkat 34, mencatat lonjakan 51 peringkat — salah satu peningkatan terbesar dalam sejarah WTA 1000 oleh pemain wild card. Statistik Luar Biasa dan Mental Baja Dalam pertandingan final melawan Osaka, pertandingan berlangsung ketat dengan 13 break terjadi dalam 25 gim. Mboko menunjukkan efisiensi luar biasa, mengonversi 8 dari 9 break point yang dimilikinya, menurut data resmi dari WTA. Setelah kehilangan set pertama dengan cukup mudah, Mboko berhasil membalikkan keadaan di dua set berikutnya berkat agresivitas dan kontrol yang lebih baik, serta kemampuan untuk meredam tekanan Osaka yang lebih berpengalaman. Era Baru Dimulai? Kemenangan ini bisa menjadi titik balik karier Mboko, sekaligus sinyal munculnya bintang baru di dunia tenis putri. Dengan usianya yang masih sangat muda dan performa impresif di level tertinggi, dunia tenis bisa menyaksikan kelahiran juara Grand Slam masa depan dari Kanada. (Berbagai sumber/Aar) Editor: Andi Akbar