Jemaah Haji Asal Banjarbaru Wafat di Madinah Setelah Tertunda Pulang karena Sakit
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kabar duka datang dari Debarkasi Banjarmasin. Salah satu jemaah haji asal Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), dilaporkan meninggal dunia di Madinah, setelah sempat menjalani perawatan medis dan tertunda kepulangannya ke Tanah Air.
Almarhumah Hj Kapsariah Salim (60), warga Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, sebelumnya dirawat secara intensif di Rumah Sakit King Fahd, Madinah, karena mengalami gangguan kesehatan serius usai menjalankan ibadah haji.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Banjarbaru, Mukhlis Ridhani, saat dikonfirmasi, Sabtu (9/8/2025) sore.
Baca Juga
GEGER Jambret di Kuala Kapuas! Warga Bingung Bedakan Penolong dan Pelaku
Ia mengungkapkan, Kapsariah menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu malam, 2 Agustus 2025, pukul 22.30 waktu Arab Saudi. Rencananya, beliau akan dipulangkan bersama jemaah lain pada 10 Agustus. Namun, takdir berkata lain.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kita berduka atas wafatnya Ibu Hj. Kapsariah, salah satu jemaah haji kita yang sebelumnya sempat dirawat di Madinah. Terakhir kami mendapat kabar beliau mulai membaik dan dijadwalkan pulang ke Tanah Air," ucapnya.
Mukhlis menyebutkan, pihak keluarga telah menerima informasi dan pihak Kemenag Banjarbaru juga sudah menyampaikan kabar duka secara langsung kepada suami almarhumah di kawasan Cempaka.
"Kapsariah dimakamkan di kompleks pemakaman Baqi, Madinah, lokasi suci yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi banyak tokoh Islam dan jemaah haji," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel, Dr. Muhammad Tambrin, menjelaskan almarhumah sebelumnya direncanakan pulang bersama Kloter 7 pada 26 Juni 2025.
Namun kondisi kesehatannya memburuk, sehingga harus dirawat sejak 20 Juni karena menderita pneumonia disertai efusi pleura atau penumpukan cairan di paru-paru kanan serta mengalami penurunan kadar oksigen (desaturasi).
"Bahkan sempat dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang pada 29 Juli. Tapi proses pemulangan harus menunggu kesiapan medis dan jadwal penerbangan. Sayangnya, kondisi beliau kembali menurun dan akhirnya berpulang," pungkas Tambrin. (IKhsan)
Editor Restu