WARTABANJAR.COM – Hingga pertengahan tahun 2025, Dittipid PPA‑PPO Bareskrim Polri telah menangani sebanyak 189 kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan jumlah korban mencapai 546 orang, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Menurut Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si., para pelaku menjalankan beragam modus operandi untuk mengeksploitasi korban, di antaranya:
Janji pekerjaan ke luar negeri
Program magang palsu
Pengantin pesanan menarik warga untuk menikah demi uang
Penipuan melalui media sosial

BACA JUGA:GAWAT! Empat Kebakaran Landa Seputaran Banjarmasin dalam Sehari! Terkhir di Wildan Sari Teluk Dalam
Target korban kerap direkrut lewat bujuk rayu dan tawaran menggiurkan, ditujukan ke negara-negara seperti Malaysia, Myanmar, Suriah, hingga Dubai. Mayoritas pekerja kemudian ditempatkan di sektor informal maupun jaringan scam online.







