HEBOH Penolakan Alkah di Kabupaten Banjar, Warga Kompak Tolak Kampung Jadi Kuburan!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Sebuah video penolakan warga terhadap rencana pembangunan alkah (makam keluarga) di Jalan Pematang Panjang, RT 003 RW 001, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tengah viral di media sosial. Dalam video yang diunggah ke Instagram, tampak sejumlah warga kompak membentangkan spanduk bertuliskan penolakan pembangunan tempat pemakaman tersebut.
“Kami seluruh warga RT 003 RW 001 Jalan Pematang Panjang dengan tegas menolak pembangunan alkah di lokasi ini,” bunyi tulisan dalam spanduk yang dibentangkan warga.
Aksi protes ini sontak menarik perhatian publik, terutama karena berlangsung serentak dan solid oleh seluruh warga satu RT. Salah satu caption video bahkan menuliskan dengan nada emosional, “Jangan sampai jadi kampung kuburan!!”
Netizen Turut Geram
Unggahan ini langsung dibanjiri komentar dari warganet yang ikut bersuara keras menentang rencana pembangunan alkah tersebut. Beberapa alasan utama yang mencuat antara lain lokasi yang terlalu dekat dengan permukiman, bisa memengaruhi harga tanah, hingga kekhawatiran daerah jadi sepi karena dianggap menyeramkan.
BACA JUGA:VIDEO – Israel Ingin Relokasi Warga Gaza, Indonesia Jadi Salah Satu Opsi Tujuan
“Pembuatan pemakaman syaratnya tidak boleh dekat permukiman, sumber air, dan lahan produktif. Kalau dekat rumah warga ya wajar ditolak,” tulis seorang netizen.
“Alkah pun kini jadi incaran bisnis duniawi. Bukan perumahan aja yang diincar investor,” komentar lainnya.
Tak sedikit pula yang menyinggung banyaknya lahan alkah yang sudah lebih dulu berdiri di wilayah Pematang Panjang dan sekitarnya, seperti Gambut hingga Jalan 5. Mereka menyebut wilayah tersebut kini makin sunyi dan berdampak pada minimnya perputaran ekonomi.
“Kalau perumahan kan bagus, penghuninya belanja. Kalau alkah? Ya tambah sunyi aja,” tambah seorang warganet.
Spanduk Mendadak Hilang
Meski video penolakan ramai di media sosial, beberapa warga menyebut bahwa spanduk tersebut kini telah hilang dari lokasi. Namun, semangat penolakan masih kuat. Beberapa warga menyatakan siap mempertahankan kenyamanan lingkungan mereka.
“Tanahnya katanya sudah dibeli resmi, tapi tetap aja, jangan dekat rumah warga. Masa kampung jadi jalan pemayatan?” tulis netizen lain dengan nada satire.
Sementara itu, sebagian netizen tampak bingung dengan istilah “alkah” dan baru menyadari bahwa di daerah-daerah tertentu, makam keluarga bisa dibangun secara pribadi di lahan yang dibeli pemiliknya.
Banyak Alkah, Sedikit Penghuni
Wilayah Pematang Panjang memang dikenal memiliki banyak alkah yang tersebar, terutama di kawasan pinggiran seperti Gambut dan Jalan 5. Beberapa warga menyebut bahwa daerah ini memang jarang dilirik sebagai lokasi hunian karena terlalu dekat dengan kuburan.
“Orang jadi takut beli rumah di situ, karena banyak alkah,” tulis seorang komentar.(Wartabanjar.com/banjarmasinbanget/berbagai sumber)
editor: nur muhammad