“Kalau perumahan kan bagus, penghuninya belanja. Kalau alkah? Ya tambah sunyi aja,” tambah seorang warganet.
Spanduk Mendadak Hilang
Meski video penolakan ramai di media sosial, beberapa warga menyebut bahwa spanduk tersebut kini telah hilang dari lokasi. Namun, semangat penolakan masih kuat. Beberapa warga menyatakan siap mempertahankan kenyamanan lingkungan mereka.
“Tanahnya katanya sudah dibeli resmi, tapi tetap aja, jangan dekat rumah warga. Masa kampung jadi jalan pemayatan?” tulis netizen lain dengan nada satire.
Sementara itu, sebagian netizen tampak bingung dengan istilah “alkah” dan baru menyadari bahwa di daerah-daerah tertentu, makam keluarga bisa dibangun secara pribadi di lahan yang dibeli pemiliknya.
Banyak Alkah, Sedikit Penghuni
Wilayah Pematang Panjang memang dikenal memiliki banyak alkah yang tersebar, terutama di kawasan pinggiran seperti Gambut dan Jalan 5. Beberapa warga menyebut bahwa daerah ini memang jarang dilirik sebagai lokasi hunian karena terlalu dekat dengan kuburan.
“Orang jadi takut beli rumah di situ, karena banyak alkah,” tulis seorang komentar.(Wartabanjar.com/banjarmasinbanget/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







