WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama dalam mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan anak. Hal ini disampaikan dalam seminar “Creative Management Strategy in Creativepreneurship” yang digelar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Sabtu (19/7). Menurut Veronica, pembangunan manusia yang inklusif tidak cukup hanya berbasis kebijakan top-down. Ia menekankan pentingnya peran aktif dari komunitas, masyarakat sipil, dunia usaha, dan akademisi agar kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan. "Pendekatan ini penting untuk memastikan perempuan dan anak-anak, sebagai kelompok rentan, benar-benar mendapat manfaat konkret," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Veronica juga menyoroti urgensi pengembangan care economy, termasuk penguatan peran caregiver dan Pekerja Rumah Tangga (PRT) sebagai profesi yang diakui dan terlindungi secara hukum. Ia menilai, standar sertifikasi dan pelatihan yang jelas akan membuka lapangan kerja baru bagi perempuan dan mengurangi potensi migrasi kerja ilegal. “Indonesia membutuhkan sistem care center yang berkualitas, dan itu tidak bisa dicapai tanpa pengelolaan yang profesional. Dengan manajemen yang strategis dan berbasis data, program-program pemberdayaan bisa lebih tepat sasaran dan berdampak langsung,” tambahnya. Ia juga menekankan bahwa manajemen bukan hanya soal efisiensi ekonomi, tetapi juga keadilan sosial. Tak hanya itu, Wamen PPPA mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang inklusif bagi perempuan, termasuk pemberlakuan SOP yang women-friendly seperti cuti melahirkan, fasilitas menyusui, dan perlindungan dari kekerasan seksual. “Ini bukan hanya soal regulasi, tapi soal nilai dan budaya organisasi,” tegas Veronica. Dekan FEB UNJ, Prof. Dr. Mohamad Rizan, M.M., turut mengapresiasi kehadiran Wamen PPPA dan menyampaikan bahwa mayoritas mahasiswa magister UNJ berasal dari kalangan praktisi profesional. Ia berharap UNJ dan Kementerian PPPA bisa bersinergi lebih jauh, khususnya dalam pengembangan SDM dan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di masa depan. (Aar)   Editor: Andi Akbar