WARTABANJAR.COM, KUTAI KARTANEGARA – Jagat maya dihebohkan oleh video viral yang memperlihatkan detik-detik seorang anak laki-laki berusia 14 tahun diduga menjadi korban serangan buaya ganas saat memancing di bantaran sungai. Peristiwa mengerikan ini terjadi di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Selasa (8/7/2025). Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @kabar_borneonetizen dan langsung menyita perhatian warganet. Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat seekor buaya besar menyeret tubuh korban menjauh dari lokasi awal kejadian menuju perairan yang lebih dalam dan terpencil. BACA JUGA:GEGER! 64 PSK Terjaring di Wilayah IKN! Satpol PP PPU Razia, Segini Tarif Prostitusi Online di Sepaku Kronologi Mengerikan: Diterkam Saat Asyik Memancing Menurut narasi dalam unggahan tersebut, korban saat itu sedang memancing di pinggir sungai yang menjadi habitat alami buaya. Diduga tanpa disadari, predator air tawar itu mengendap-endap mendekati korban lalu menerkam dan menyeretnya secara tiba-tiba. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun BPBD setempat terkait insiden ini. Namun, warga sekitar dikabarkan langsung melakukan pencarian setelah mendengar kabar penyerangan tersebut. Warganet: “Sungai Bukan Tempat Aman” Video tersebut memicu berbagai reaksi di media sosial. Banyak warganet yang menyampaikan keprihatinan dan mendesak pemerintah daerah agar memasang peringatan keras di sepanjang sungai-sungai yang dikenal sebagai habitat buaya. "Anak-anak harus diawasi saat bermain atau memancing. Sungai bukan tempat yang aman," tulis salah satu pengguna Instagram. PERINGATAN UNTUK WARGA Wilayah Sungai Santan Ulu diketahui merupakan salah satu wilayah yang memiliki populasi buaya muara (Crocodylus porosus), spesies buaya air asin yang dikenal agresif dan mematikan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di dekat sungai, terlebih pada waktu sore hingga malam hari saat buaya lebih aktif berburu mangsa.(Wartabanjar.com/kabar_borneonetizen/berbagai sumber) editor: nur muhammad