WARTABANJAR.COM, NEW YORK – Zohran Mamdani, politikus Muslim asal Uganda dan anggota Majelis Negara Bagian New York dari Partai Demokrat Sosialis (Democratic Socialists of America/DSA), mencetak sejarah dengan meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat untuk Wali Kota New York, Selasa (24/6/2025). Mamdani unggul di putaran pertama dengan perolehan suara sekitar 43–44%, mengalahkan pesaing kuatnya, mantan Gubernur Andrew Cuomo, yang hanya meraih sekitar 36% suara. Dengan sistem pemilihan berpangkat (ranked-choice voting), hasil ini menempatkan Mamdani sebagai kandidat unggulan Partai Demokrat untuk Pilkada New York yang akan digelar November mendatang. Momentum Perubahan di NYC Zohran Mamdani menjadi simbol kebangkitan politik progresif di Amerika Serikat. Dari warga naturalisasi (baru menjadi WN AS pada 2018), ia kini nyaris memegang jabatan tertinggi di kota terbesar AS. Dengan kombinasi antara kampanye berbasis rakyat, strategi media digital modern, dan keberpihakan pada isu-isu sensitif seperti Palestina dan kesetaraan, Mamdani siap membawa New York ke arah politik yang sangat berbeda. BACA JUGA:Digerebek Saat Konsumsi Sabu, Pria di Tanah Laut Ditangkap! Polisi Tala Buru Pemasoknya Jika menang, ia akan menjadi wali kota Muslim pertama dalam sejarah New York City. Mengapa Mamdani Bisa Menang Telak? 1. Agenda Progresif yang Mengakar Mamdani mengusung sejumlah program ambisius dan populis, seperti: Pembekuan harga sewa apartemen. Mendirikan toko kelontong milik kota. Transportasi umum gratis. Subsidi sebesar US$65 juta untuk layanan kesehatan transgender. 2. Dukungan Solid dari Gen Z & Pemilih Muda Survei menunjukkan, di kalangan pemilih usia 18–34 tahun, dukungan terhadap Mamdani mencapai 60%. Ia memaksimalkan kampanye digital bergaya Gen Z: konten video cepat, pesan emosional, dan pendekatan non-formal yang relatable. 3. Gerakan Akar Rumput yang Militan Ribuan relawan melakukan kampanye pintu ke pintu. Mendapat dukungan dari tokoh-tokoh progresif seperti Alexandria Ocasio-Cortez dan Bernie Sanders. 4. Sikap Tegas terhadap Isu Palestina Mamdani vokal menyebut serangan Israel ke Gaza sebagai bentuk “genosida”, yang memperkuat posisinya di kalangan pendukung pro-Palestina dan aktivis hak asasi manusia. Respons Partai Demokrat & Dampak Nasional Kemenangan Mamdani disebut sebagai “gempa politik” yang mengguncang elite Demokrat. Ini menjadi pertanda kuat bahwa arah politik partai mulai bergeser ke kiri, seiring dengan meningkatnya pengaruh pemilih muda, progresif, dan kelas pekerja. Namun, sejumlah pihak mulai mempertanyakan: Kemampuannya mengelola kota sebesar New York. Potensi konflik anggaran dan keamanan akibat agenda ekstrem progresif. Langkah Selanjutnya Hasil resmi sistem ranked-choice diperkirakan rampung awal Juli. Pemilihan umum dijadwalkan pada 4 November 2025. Sebagai kandidat Partai Demokrat di kota yang sangat pro-Demokrat, peluang Mamdani menang hampir pasti.(Wartabanjar.com/aljazeera.com, apnews.com/nypost.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad