WARTABANJAR.COM – Nama baik maskapai nasional Garuda Indonesia tengah menjadi sorotan publik usai viralnya laporan seorang penumpang yang mengaku kehilangan ponsel jenis iPhone saat penerbangan GA 716 rute Jakarta–Melbourne pada 6 Juni 2025. Insiden ini mencuat ke permukaan setelah korban melaporkan bahwa lokasi terakhir ponselnya terdeteksi di sebuah hotel di Melbourne—tempat yang disebut hanya dihuni kru Garuda Indonesia—sebelum akhirnya sinyal ponsel terlacak berpindah ke sebuah sungai, diduga sengaja dibuang. Investigasi Menyeluruh Pihak Garuda Indonesia menyatakan tengah melakukan investigasi menyeluruh bersama para pemangku kepentingan guna mengusut tuntas kasus ini. Termasuk di dalamnya adalah proses identifikasi kronologi dan pemeriksaan terhadap awak kabin yang bertugas saat penerbangan tersebut. BACA JUGA:DETIK-DETIK! 352 Penumpang Diselamatkan Tim SAR di Perairan Kendari, KM Alif Berkah 01 Tabrak Karang Namun publik semakin dibuat geram setelah muncul informasi bahwa kamar kru hanya diperiksa sebagian, bukan seluruhnya. Muncul pula dugaan bahwa ada oknum kru yang menemukan ponsel namun tidak berniat mengamankan, melainkan justru ingin memilikinya. Reaksi Netizen: "No Viral, No Justice?" Unggahan penumpang yang viral di media sosial memicu gelombang komentar warganet. Banyak yang mempertanyakan lambatnya respons, hingga mendesak tindakan tegas terhadap pelaku: “Kalau tidak viral, apakah kasus ini tetap akan diproses?” “Nama besar Garuda dipertaruhkan hanya karena ulah satu oknum. Pecat saja, jangan hanya dibebas tugaskan.” “Kasihan kru lain yang tidak bersalah, tapi ikut dicurigai. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.” “Periksa juga station manager dan GM Garuda di Melbourne, kenapa bisa kecolongan?” Publik Minta Ketegasan: Bersihkan Nama Garuda! Kecintaan masyarakat terhadap Garuda Indonesia rupanya tidak menghalangi kritik pedas yang dilontarkan. Warganet berharap maskapai ini segera mengambil langkah tegas agar tidak kehilangan kepercayaan publik yang telah dibangun puluhan tahun. “Kalau Garuda ingin tetap dipercaya, jangan lindungi oknum. Publik menanti jawaban yang transparan.” Kasus ini menjadi tamparan keras bagi industri penerbangan nasional, khususnya dalam menjaga kepercayaan penumpang. Investigasi tak boleh hanya jadi formalitas. Apakah ini akan menjadi titik balik pemulihan integritas Garuda Indonesia? Publik menunggu kebenaran terungkap.(Wartabanjar.com/detikcom/berbagai sumber) editor: nur muhammad