Stefano Cugurra: Dari Warisan Ayah hingga Raja Liga 1 Indonesia

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Stefano “Teco” Cugurra bukan sekadar pelatih biasa di kancah sepak bola Indonesia. Namanya identik dengan kesuksesan, dedikasi, dan transformasi tim. Namun, di balik prestasinya yang gemilang, terdapat sosok ayah yang menjadi fondasi utama dalam perjalanan kariernya.

Gildo Rodrigues, ayah Teco, adalah pelatih sepak bola profesional yang telah melatih di berbagai negara, termasuk Brasil, Kuwait, Liberia, UEA, Bahrain, dan Indonesia bersama Persebaya Surabaya pada 2007. Sejak usia dini, Teco telah mengikuti jejak ayahnya, menyerap ilmu kepelatihan, dan memahami esensi dari profesi tersebut.

Pengalaman mendampingi sang ayah melatih tim-tim internasional memberikan wawasan luas bagi Teco. Salah satu momen yang paling membekas adalah saat ayahnya membawa tim meraih gelar Liga dan Copa di Kuwait serta menangani timnas Kuwait. Pengalaman ini memupuk kecintaan Teco terhadap sepak bola dan membentuk filosofi kepelatihannya.

Karier Teco di Indonesia dimulai sebagai pelatih fisik di Persebaya Surabaya pada 2004. Namun, namanya mulai bersinar saat menangani Persija Jakarta pada akhir 2017. Di musim 2018, ia berhasil mengakhiri puasa gelar selama 17 tahun dengan membawa Persija juara Liga 1.

Kesuksesan bersama Persija membuka jalan bagi Teco untuk melatih Bali United pada Januari 2019. Di bawah asuhannya, Bali United meraih gelar Liga 1 pada musim 2019 dan 2021/2022, menjadikannya pelatih pertama yang meraih tiga gelar Liga 1 secara beruntun dengan dua tim berbeda.