Pada 18 April 2025, Teco mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi pelatih kepala Bali United setelah pertandingan melawan Persib Bandung. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan hasil yang kurang memuaskan dan memberikan waktu bagi manajemen untuk mencari penggantinya.
Meskipun meninggalkan Bali United, Teco menyatakan keinginannya untuk tetap berkarier di Indonesia. Alasan utamanya adalah karena istri dan anaknya adalah orang Indonesia, serta kecintaannya terhadap sepak bola Tanah Air. Namun, ia belum mengungkapkan klub mana yang akan dilatih selanjutnya.
Selama delapan tahun berkiprah di Liga 1, Teco telah meraih tiga gelar juara dan dua penghargaan Pelatih Terbaik. Prestasi ini menjadikannya sebagai salah satu pelatih tersukses di era Liga 1 dan memberikan inspirasi bagi pelatih-pelatih muda di Indonesia.
Di luar lapangan, Teco dikenal sebagai sosok yang sederhana dan mudah bergaul. Ia memiliki selera kuliner yang unik, dengan nasi goreng dan rawon sebagai makanan favoritnya sejak pertama kali datang ke Indonesia. Kedekatannya dengan budaya lokal menunjukkan adaptasi dan kecintaannya terhadap Indonesia.
Perjalanan karier Stefano Cugurra adalah bukti bahwa dedikasi, kerja keras, dan warisan keluarga dapat membentuk sosok pelatih hebat. Dengan prestasi yang telah diraih dan komitmennya terhadap sepak bola Indonesia, Teco akan selalu dikenang sebagai pelatih yang membawa perubahan positif dan inspirasi bagi generasi mendatang. (berbagai sumber/Andi Akbar)







