Malaysia Ogah Hadapi Indonesia! Ini Alasan Pelatih Mereka Tolak Undangan PSSI
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA —Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) buka suara terkait batalnya laga uji coba antara Timnas Indonesia dan Malaysia pada FIFA Matchday September 2025. Penolakan undangan dari PSSI dilakukan bukan karena alasan teknis semata, melainkan permintaan langsung dari pelatih kepala Harimau Malaya, Peter Cklamovski.
Dalam laporan yang dimuat media Malaysia, Stadium Astro, Sekretaris Jenderal FAM Datuk Noor Azman Rahman menjelaskan bahwa pelatih asal Australia itu telah menyiapkan program sendiri untuk bulan September, sehingga tidak memungkinkan bagi Malaysia untuk menerima tawaran dari Indonesia.
“Keputusan untuk tidak menerima undangan dari PSSI dibuat berdasarkan permintaan pelatih kepala, Peter Cklamovski,” tulis Stadium Astro, mengutip keterangan FAM.
“(Cklamovski) memiliki rencana lain yang sudah disusun sebelumnya,” tambah laporan tersebut.
Program Cklamovski Jadi Prioritas
Penolakan ini menutup peluang terjadinya laga panas antara dua tim yang dikenal punya rivalitas panjang di Asia Tenggara. PSSI sebelumnya telah secara terbuka mengungkapkan bahwa pihaknya mengundang Malaysia untuk uji coba di jeda internasional September mendatang, namun tidak mendapat respon positif.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa Indonesia sebenarnya sudah lama tidak bertemu Malaysia di level senior, dan laga tersebut dinilai bisa menarik animo besar dari publik sepak bola nasional.
“Memang kita sudah lama, sudah kangen bertemu dengan Malaysia,” kata Erick.
“Namun mungkin tim senior Malaysia punya pertimbangan lain.”
Kuwait dan Lebanon Jadi Alternatif
Dengan batalnya laga kontra Malaysia, PSSI memastikan dua lawan pengganti: Kuwait dan Lebanon. Kedua negara tersebut akan menjadi bagian dari agenda uji coba Timnas Indonesia dalam persiapan menuju putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
PSSI juga belum menutup kemungkinan untuk menambah satu lawan lagi guna mengisi slot FIFA Matchday secara maksimal.
Editor: andi akbar