WARTABANJAR.COM, HST – Permintaan sapi kurban di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengalami peningkatan signifikan jelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.
Hal ini dirasakan langsung oleh Bahran (48), seorang peternak sapi asal Tanah Habang, Batang Alai Selatan.
Ditemui wartabanjar.com, Bahran mengungkapkan bahwa tahun ini ia menyiapkan 25 ekor sapi khusus untuk kurban. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 15 ekor.
Baca Juga
Pilu! Di Usia 73 Tahun, Kakek Kahfi Terancam Penjara Karena Sengketa Tanah
“Alhamdulillah, peminatnya naik dibanding tahun 2024. Tahun kemarin cuma 15 ekor, sekarang sudah 25 ekor untuk kurban, dan sudah terjual sekitar 21 ekor sapi,” ujar Bahran kepada WartaBanjar.com., Minggu (1/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa sebagian sapi merupakan hasil peliharaannya sendiri, sedangkan sebagian lainnya diambil dari daerah Rantau.
Jenis sapi yang ia jual pun beragam, mulai dari sapi Mental, Lemosin, hingga Brahman, dengan harga per ekor bisa mencapai Rp 30 juta atau lebih, tergantung ukuran dan jenis.
Menariknya, di tempat Bahran, transaksi sapi kurban dilakukan dengan sistem “pikul”, yaitu berdasarkan berat daging.
“Untuk saat ini ada satu pikul, atau sekitar 100 kilogram daging. Di sini kami biasa menghitung dari berat dagingnya,” jelasnya.
Mengenai distribusi, Bahran mengaku menggunakan kendaraan sendiri berupa pick-up untuk mengangkut sapi ke lokasi pembeli. Konsumen sapinya berasal dari berbagai wilayah, baik dalam HST seperti Birayang, Aluan, dan Barabai, maupun luar daerah seperti Balangan di Batu Mandi.
