Namun, ia mengakui bahwa belum ada pemeriksaan kesehatan khusus dari dinas terkait. Pemeriksaan hanya dilakukan jika ada sapi yang tampak sakit.
“Kalau ada sapi yang sakit baru kami panggil mantri (sebutan lokal untuk perawat hewan) buat mengobati,” katanya.
Dengan meningkatnya permintaan tahun ini, Bahran berharap kondisi ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Mudah-mudahan tiap tahun makin banyak orang yang berkurban. Karena selain ibadah, ini juga membantu peternak seperti kami untuk terus bertahan dan berkembang,” harapnya. (Adew)
Editor Restu







