Peminat Sapi Kurban di HST Meningkat, Bisa Jual Hingga 25 Ekor

Menariknya, di tempat Bahran, transaksi sapi kurban dilakukan dengan sistem “pikul”, yaitu berdasarkan berat daging.

“Untuk saat ini ada satu pikul, atau sekitar 100 kilogram daging. Di sini kami biasa menghitung dari berat dagingnya,” jelasnya.

Mengenai distribusi, Bahran mengaku menggunakan kendaraan sendiri berupa pick-up untuk mengangkut sapi ke lokasi pembeli. Konsumen sapinya berasal dari berbagai wilayah, baik dalam HST seperti Birayang, Aluan, dan Barabai, maupun luar daerah seperti Balangan di Batu Mandi.

Namun, ia mengakui bahwa belum ada pemeriksaan kesehatan khusus dari dinas terkait. Pemeriksaan hanya dilakukan jika ada sapi yang tampak sakit.

“Kalau ada sapi yang sakit baru kami panggil mantri (sebutan lokal untuk perawat hewan) buat mengobati,” katanya.

Dengan meningkatnya permintaan tahun ini, Bahran berharap kondisi ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

“Mudah-mudahan tiap tahun makin banyak orang yang berkurban. Karena selain ibadah, ini juga membantu peternak seperti kami untuk terus bertahan dan berkembang,” harapnya. (Adew)

Editor Restu