WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dikabarkan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI dan Kementerian Perhubungan, Selasa (20/5/2025). Namun, ajakan demonstrasi ini menuai respons kritis dari Koalisi Ojol Nasional (KON). Ketua Presidium KON, Andi Kristiyanto, mengimbau seluruh mitra ojol untuk mewaspadai motif di balik seruan aksi tersebut. Ia menegaskan pentingnya memastikan apakah aksi ini murni lahir dari aspirasi pekerja ojol atau justru dimanfaatkan oleh kepentingan politik tertentu. “Kami mengimbau rekan-rekan ojol untuk tidak terjebak pada agenda yang menyesatkan. Jika ada metode aksi yang merugikan, seperti pemaksaan offbid atau sweeping keras, maka itu jelas harus ditolak,” ujar Andi Kristiyanto. BACA JUGA:TRAGIS! Diterkam Buaya Saat Berenang, Petani Kotabaru Ditemukan Tewas Mengenaskan Setelah 2 Hari Hilang Andi juga menyoroti adanya dugaan agenda politik terselubung, terutama terkait tuntutan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang dinilai tidak mempertimbangkan realitas teknis. Ia menilai tekanan semacam itu justru bisa berujung pada keputusan aplikator yang semakin membebani para mitra pengemudi. “Kami berharap kawan-kawan ojol menolak ajakan demo dari pihak-pihak yang ingin memanfaatkan. Tegas kami katakan: jangan politisasi ojol!” tandasnya. Netizen Ikut Bersuara: Pro-Kontra Warnai Diskusi Aksi ini pun memancing berbagai komentar dari warganet. Beberapa mendukung sikap KON yang kritis, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan motif balik dari organisasi tersebut: "Wuih ini bapaknya gw yakin berpendidikan. Logikanya dipake banget." "Kalau aplikator sampai tutup, gimana nasib kita? Demo harus realistis." "BUKAN KAMI OJOL ALAT POLITIK KONYOL!" "Mari bertanya balik: ada motif politik apa yang dibawa Koalisi Ojol Nasional?" "Koalisi Ojol Nasional: Tertib Operasional dan Loyalitas." Tak sedikit pula yang menyuarakan keresahan terhadap risiko pemaksaan aksi, serta menyerukan agar komunitas ojol tetap fokus pada tujuan utama—mencari nafkah untuk keluarga. Isu unjuk rasa kali ini memperlihatkan adanya ketegangan internal di antara para pekerja ojol. Koalisi Ojol Nasional menegaskan pentingnya menjaga netralitas dan tidak membiarkan isu kesejahteraan ojol ditunggangi oleh kepentingan politik. Sementara itu, netizen pun aktif terlibat dalam perdebatan yang makin memanaskan ruang digital.(Wartabanjar.com/katadatacoid) editor: nur muhammad