WARTABANJAR.COM, GARUT – Sebuah video yang beredar di media sosial memicu kehebohan publik. Video tersebut merekam momen sebelum terjadinya ledakan dalam proses pemusnahan amunisi tak layak pakai oleh personel Gudang Pusat Amunisi III, Pusat Peralatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5/2025). Dalam video yang diunggah akun Instagram @militarynewsinternational, tampak beberapa petugas tengah membongkar amunisi berat dengan peralatan sederhana seperti palu dan penjepit. Aksi ini sontak menimbulkan gelombang reaksi dari netizen yang mempertanyakan prosedur keselamatan (SOP) dalam proses tersebut. BACA JUGA:Diduga Geng Motor Banjarmasin Hancurkan Pos Kamling dan Rumah Warga di Kuin Selatan Berikut beberapa komentar warganet yang mencuri perhatian: "Pesawat tempur dicuci manual, bahan peledak diketok-ketok, anggaran paling gede, biar pada pakai Land Cruiser, Pajero, Fortuner." "Itu SOP-nya gimana, peledak diketok-ketok?" "😂😂 Menyala TNI-ku!" "Laaahhh, kirain meledak pas di lapangan kayak di film-film. Ternyata memang begini tahapannya?" "Sangat safety dan sangat berhati-hati...." "Kocak 😂" "Keren, Amerika aja geleng-geleng kalau lihat ini." "Pesawat tempur dicuci manual, bahan peledak dimusnahkan manual dengan diketok-ketok sendiri. Menyala militer terkuat 😂" "Tapi ada video lain, pas bom meledak, pemotor pada nyamperin, mungkin untuk mungutin. Tadi lewat, lupa di akun mana." "Kenapa nggak langsung diledakin aja tanpa dibongkar-bongkar dulu?" "Yang terakhir ngomong (orang lain mah bom dijauhin, kalau saya dipegangin), eh nggak lama meledak, kan..." "Astaghfirullah..." "Nggak ada SOP-nya? Di mana safety-nya? Peledak diketok-ketok begitu... Menyala TNI-ku 🔥🔥🔥" Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI terkait prosedur yang dilakukan dalam video tersebut. Namun, publik berharap adanya klarifikasi demi menjawab kekhawatiran soal keselamatan dan profesionalitas dalam menangani bahan peledak. 13 Tewas Insiden tragis terjadi saat proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin pagi (12/5/2025). Ledakan dahsyat yang terjadi dalam kegiatan tersebut mengakibatkan 13 orang meninggal dunia, terdiri dari empat anggota TNI dan sembilan warga sipil. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk untuk proses autopsi dan pemulasaraan jenazah. Daftar Korban Tewas: Anggota TNI: Kolonel Cpl Antonius Hermawan, ST., MM. Mayor Cpl Anda Rohanda (Identitas dua anggota TNI lainnya belum dirilis secara resmi) Warga Sipil: Agus bin Kasmin Ipan bin Obur Anwar bin Inon Iyus Ibing bin Inon Iyus Rizal bin Saepuloh Toto (identitas lengkap masih diverifikasi) Dadang Rustiawan Endang Hingga saat ini, pihak TNI dan kepolisian masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan serta memastikan tidak ada amunisi lain yang berpotensi meledak di lokasi. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya prosedur keselamatan yang ketat dalam penanganan bahan peledak, serta perlunya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dalam kegiatan pemusnahan amunisi.(Wartabanjar.com/militarynewsinternational/berbagai sumber) editor: nur muhammad