“Bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara demi kesejahteraan rakyat. Ini landasan kami membuat kebijakan pro-buruh,” tegasnya.
Tokoh buruh seperti Said Iqbal menyambut baik komitmen presiden.
“Kami apresiasi langkah nyata ini, tapi akan terus mengawal realisasinya,” ujarnya. Sementara itu, Ely Rosita Silaban dari KSBSI menekankan pentingnya dialog berkelanjutan antara pemerintah dan pekerja.
May Day 2025 menjadi penanda awal upaya serius pemerintah dalam membangun sistem perlindungan yang lebih adil bagi buruh. “Ini baru langkah pertama. Kami akan pastikan janji ini tidak berhenti di pidato,” pungkas seorang perwakilan buruh yang hadir.
Dengan kebijakan yang digulirkan, Presiden Prabowo berharap tercipta ekosistem kerja yang lebih manusiawi, di mana buruh tidak hanya dianggap sebagai tenaga produksi, tetapi sebagai bagian utama dari kemajuan bangsa.
Editor Restu







