Angin Kencang Perparah Kebakaran, Pemerintah Israel Minta Bantuan Internasional
Ukuran Huruf:
BACA JUGA: TRAGIS! Pria Bersimbah Darah di Depan Warung Akibat Rebutan Harta Warisan dengan Adik Kandung
Melansir berbagai sumber, Kamis (1/5/2025), kebakaran hebat menghanguskan hutan di dekat kota Yerusalem, Israel.
Kebakaran memaksa evakuasi penduduk di sejumlah daerah dan menyebabkan beberapa jalan utama ditutup pada Rabu kemarin, saat petugas pemadam kebakaran berjuang untuk menahan api di tengah kondisi kering dan angin kencang.
Pemerintah Israel dikabarkan kini sedang mencari bantuan dari negara lain untuk memadamkan kebakaran tersebut.
Israel juga telah menetapkan kondisi darurat nasional akibat kebakaran tersebut.
Angin Kencang Perparah Kebakaran
Komandan Departemen Pemadam Kebakaran Distrik Yerusalem, Shmulik Friedman mengatakan ini mungkin kebakaran terbesar yang pernah terjadi di Israel.
Angin berkecepatan lebih dari 60 mil per jam diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.
Ia memperingatkan, angin ini akan meningkatkan risiko kebakaran.
Dalam konferensi pers di komunitas Eshtaol, Shmulik Friedman memperingatkan bahwa kebakaran di perbukitan Yerusalem mungkin yang terbesar yang pernah terjadi di negara ini.
Ia mencatat bahwa kebakaran terjadi di dekat Mesilat Zion, dekat Beit Shemesh, sekitar pukul 09.30 pagi.
Api dengan cepat terbawa ke barat oleh angin kencang sebelum bergeser arah ke timur.
"Kami masih jauh dari mampu mengendalikan (kebakaran)," katanya seperti dikutip dari Times of Israel.
Ia memperingatkan bahwa kebakaran mungkin akan terus memburuk, karena angin diperkirakan akan meningkat dan mencapai kecepatan hingga 90-100 kilometer per jam (56-62 mph)
Polisi Israel Tangkap Pelaku Pembakar Ladang di Tengah Kebakaran Besar Melanda
Beberapa jam kemudian, petugas berlari di antara barisan panjang mobil yang ditinggalkan di jalan raya.
Sebuah organisasi tanggap darurat, United Hatzalah mengunggah keterangan bahwa para petugas itu menyisir siapa saja yang masih berada di dalam mobil.
Friedman menambahkan, kini pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kebakaran tersebut.
"Saat ini kami tidak tahu apa yang menyebabkan kebakaran. Kami tidak punya petunjuk sedikit pun. Kami masih belum bisa mengatasinya. Kami masih jauh dari kendali,” katanya.