WARTABANJAR.COM, BARABAI - Sebuah video yang viral di media sosial Instagram memperlihatkan air bercampur lumpur mengalir deras dan nyaris membanjiri kawasan wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Selasa (1/4/2025). Debit Air Naik, Wisata Pulau Mas dan Riam Bajandik Terancam Kenaikan debit air terlihat jelas di beberapa lokasi wisata populer seperti Pulau Mas dan Riam Bajandik, yang terletak di Desa Baru, Kecamatan Batu Benawa, HST. Dalam video yang diunggah akun Instagram @kita_tabalong, tampak arus deras mengalir di kawasan wisata yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari Kota Barabai. Pendulangan Emas Pulau Mas sendiri merupakan destinasi wisata seluas kurang lebih satu hektare yang dulunya merupakan lokasi pendulangan emas oleh warga sekitar dan pendatang dari luar daerah. Tempat ini resmi dibuka sebagai kawasan wisata pada tahun 2018 dan kini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan. Sedangkan Sungai Benawa, tempat aliran air deras tersebut, berasal langsung dari Pegunungan Meratus. Kenaikan debit air yang terjadi diduga akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sungai. Sejarah Panjang Pulau Mas dan Riam Bajandik Aktivitas mendulang emas di kawasan Pulau Mas telah berlangsung sejak era 1980-an, dengan pendulang yang datang tidak hanya dari warga lokal, tetapi juga dari luar kota. Kini, Pulau Mas lebih dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan pemandangan sungai dan hutan yang asri. Sementara itu, Riam Bajandik juga memiliki sejarah panjang. Setelah sempat luluh lantak akibat banjir besar pada tahun 2021, kawasan wisata ini kini kembali ramai dikunjungi wisatawan. Warga Diminta Waspada Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya banjir bandang di kawasan wisata dan permukiman sekitar. Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya para wisatawan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar sungai jika kondisi air terus meningkat. Saat ini, pihak terkait masih memantau perkembangan situasi dan akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai potensi dampak dari kenaikan debit air ini.(Wartabanjar.com/@kita_tabalong) editor: nur muhammad