WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Di bulan Ramadhan 1446 H ini, terjadi dua kali gerhana, yaitu pada 14 Maret dan 29 Maret 2025 di sejumlah kawasan Amerika, Eropa, Afrika dan Selandia Baru. Dua gerhana itu adalah gerhana bulan total pada 14 Maret dan gerhana matahari sebagian pada 29 Maret. Walau tak terjadi di Indonesia, namun kita turut merasakan dampaknya, termasuk juga di Kalimantan Selatan. Waspada, akibat gerhana ini, kawasan pesisir Kalimantan Selatan berpotensi mengalami kenaikan air laut. Menurut Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, dikutip dari laman BRIN, Rabu (26/3/2025), dampak yang akan dirasakan secara global dari kemunculan dua fenomena astronomi itu di Indonesia adalah pasang air laut maksimum. "Wilayah pantai perlu waspada dengan potensi banjir rob, apalagi jika disertai cuaca buruk di pantai," ucapnya. Terpisah, Direktur Meteorologi Maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Eko Prasetyo, merilis data analisis BMKG terkait fenomena dua gerhana pada 14 Maret dan 29 Maret 2025 ini. BACA JUGA: Jangan Sampai Ketinggalan, ini Batas Waktu Bayar Zakat Fitrah yang Wajib Diketahui Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, berikut wilayah yang berpotensi terjadi banjir rob akibat terjadinya dua gerhana ini:
  • Pesisir Sumatera Utara
  • Pesisir Kepulauan Riau
  • Pesisir Sumatera Barat
  • Pesisir Jambi
  • Pesisir Lampung
  • Pesisir Banten
  • Pesisir Jakarta
  • Pesisir Jawa Barat
  • Pesisir Jawa Tengah
  • Pesisir Kalimantan Timur
  • Pesisir Kalimantan Selatan
  • Pesisir Kalimantan Tengah
  • Pesisir Kalimantan Barat
  • Pesisir Sulawesi Utara
  • Pesisir Maluku
  • Pesisir Maluku Utara
Dampak yang Terjadi Eko menyampaikan, potensi banjir pesisir secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, dan aktivitas tambak garam dan perikanan darat. "Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut ini serta memperhatikan perkembangan terbaru tentang informasi cuaca maritim dari BMKG melalui kanal resmi," tandas Eko, Kamis (6/3/2025) lalu. (berbagai sumber) Editor: Yayu