Edi juga memberikan beberapa tips dalam mengonsumsi daging saat sahur dan berbuka puasa:
Sahur:
- Pilih makanan yang memberikan energi tahan lama dan tidak menyebabkan rasa haus berlebihan.
- Konsumsi daging tanpa lemak, seperti ayam tanpa kulit, ikan, atau daging sapi tanpa lemak, serta telur sebagai sumber protein lengkap yang ringan di perut.
- Sertakan produk olahan susu, seperti yogurt atau keju dalam jumlah moderat.
- Usahakan memasak daging dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang guna menghindari tambahan lemak berlebih dari proses penggorengan.
- Gunakan sedikit garam dan bumbu alami untuk mencegah dehidrasi.
- Porsi ideal daging saat sahur adalah sekitar 50–100 gram, dikombinasikan dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, atau roti gandum serta tambahan serat dari sayur dan buah.
Berbuka Puasa:
- Mulailah berbuka dengan makanan ringan dan manis untuk menghindari keterkejutan pada lambung.
- Setelah salat Maghrib, konsumsi makanan utama yang lebih seimbang.
- Pilih lauk berupa daging yang mudah dicerna dan kaya protein, seperti ikan dan ayam, serta daging sapi tanpa lemak dalam porsi sedang.
- Kombinasikan dengan olahan protein nabati, seperti tahu dan tempe, agar variasi nutrisi tercukupi.
- Agar lebih mudah dicerna, hidangkan daging bersama sayuran rebus atau sup.
- Porsi daging yang disarankan untuk berbuka puasa adalah sekitar 100–150 gram, disertai dengan sayur, karbohidrat kompleks, dan cukup cairan.
- Hindari konsumsi makanan berlemak tinggi, seperti gulai atau rendang dalam jumlah berlebihan, serta daging olahan dengan banyak pengawet, untuk menjaga agar pencernaan tidak terganggu.
Dengan menerapkan tips di atas, diharapkan tubuh tetap sehat dan bertenaga selama menjalankan ibadah puasa, sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu. Konsumsi daging dan produk peternakan berkualitas menjadi salah satu rahasia menjaga stamina puasa yang patut dicoba.(Wartabanjar.com/Inilahkalsel.com)
editor: nur muhammad







