Menyongsong Haji 2025, yang berpotensi menjadi haji terakhir yang dikelola Kemenag, langkah-langkah berikut akan diterapkan:
- Upaya menciptakan pengalaman haji yang menyenangkan di setiap tahap—awal, tengah, dan akhir.
- Penyelesaian buku manasik haji yang tidak hanya membahas aspek fiqih, tetapi juga tasawwuf.
- Penguatan ekosistem ekonomi haji melalui peningkatan ekspor bahan makanan nusantara dan kebutuhan jemaah.
- Penerapan kembali skema murur dan tanazul secara lebih sistematis.
- Transparansi daftar nama jemaah haji, baik untuk reguler maupun khusus.
- Digitalisasi Tata Kelola
Digitalisasi merupakan kunci untuk menciptakan layanan keagamaan yang murah, mudah, efisien, dan transparan. Upaya yang dilakukan meliputi:
- Integrasi berbagai sistem informasi dalam satu aplikasi untuk penyajian data yang akurat.
- Pengembangan sistem pengelolaan sumber daya manusia berbasis digital yang dapat diakses secara masif oleh seluruh pemangku kepentingan.
- Penerapan manajemen talenta, sistem merit, dan reformasi birokrasi untuk meningkatkan kinerja Kemenag.
Peluncuran Asta Protas Kemenag Berdampak ini merupakan manifestasi nyata komitmen Kementerian Agama untuk menyelesaikan program-program strategis yang telah ditetapkan oleh pimpinan negara. Dengan delapan program prioritas tersebut, diharapkan Kemenag dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas layanan keagamaan, pendidikan, pemberdayaan pesantren, serta ekonomi umat selama periode 2025–2029.(wartabanjar.com/berbagai sumber)







