Menag Luncurkan 8 Program Asta Protas Kemenag, Apa Itu?

Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan

Menag menekankan perlunya peningkatan kualitas kerukunan antarumat beragama melalui:

  1. Penguatan regulasi dan peran KUA dalam mendeteksi potensi konflik berdimensi keagamaan.
  2. Pengembangan serta insersi kurikulum berbasis cinta kemanusiaan dan penghargaan terhadap perbedaan di lembaga pendidikan dan kediklatan binaan Kemenag.
  3. Penguatan Ekoteologi

Dalam menghadapi krisis iklim global, Kemenag akan menginisiasi:

  1. Pelestarian lingkungan di lembaga pendidikan dan keagamaan.
  2. Program penanaman satu juta pohon dan penggalangan wakaf pohon, misalnya dari calon pengantin.
  3. Penerapan konsep green building dalam sarana dan prasarana pendidikan agama, serta pelatihan berbasis kesadaran lingkungan yang melibatkan tokoh agama dan masyarakat.

Layanan Keagamaan Berdampak

Agar layanan keagamaan lebih relevan dan berdampak langsung, Kemenag akan mengoptimalkan:

  1. Bimbingan perkawinan dan pengarusutamaan keluarga maslahat.
  2. Pembangunan KUA yang inklusif dan ramah.
  3. Peningkatan layanan keagamaan di wilayah 3T.
  4. Penyediaan bantuan kitab suci serta bahan bacaan keagamaan yang ramah difabel guna mendongkrak literasi keagamaan umat.
  5. Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi

Kemenag berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan:

  1. Pengembangan lembaga pendidikan agama yang lebih unggul, terintegrasi, terdigitalisasi, dan relevan.
  2. Penyelesaian PPG Guru Dalam Jabatan dalam dua tahun ke depan untuk meningkatkan profesionalisme serta kesejahteraan guru melalui tunjangan profesi.
  3. Pemberian beasiswa melalui skema Kartu Indonesia Pintar dan Beasiswa Indonesia Bangkit.
  4. Akselerasi akreditasi unggul pada PTKN serta penguatan literasi keagamaan berbasis budaya digital dan media sosial.

Pemberdayaan Pesantren

Mengakui peran historis pesantren, Kemenag berkomitmen untuk:

  1. Mengembangkan pesantren sebagai tempat pembelajaran yang aman, ramah anak, dan inklusif.
  2. Menunjang pertumbuhan ekonomi umat melalui pesantren.
  3. Meningkatkan kemandirian pesantren melalui bantuan inkubasi bisnis, dengan target Badan Usaha Milik Pesantren mencapai 5.000.
  4. Mendirikan pesantren internasional serta meningkatkan kualitas dan rekognisi lulusan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren.
  5. Pemberdayaan Ekonomi Umat

Dengan potensi dana sosial keagamaan yang mencapai ratusan triliun, Kemenag akan:

  1. Memperkuat tata kelola untuk optimalisasi peran dana sosial keagamaan.
  2. Mengintegrasikan data pemanfaatan dana sosial berbasis wilayah atau komunitas agar penghimpunan dan distribusinya tepat sasaran, sehingga berdampak pada pemberdayaan ekonomi umat.

Sukses Haji

Menyongsong Haji 2025, yang berpotensi menjadi haji terakhir yang dikelola Kemenag, langkah-langkah berikut akan diterapkan:

  1. Upaya menciptakan pengalaman haji yang menyenangkan di setiap tahap—awal, tengah, dan akhir.
  2. Penyelesaian buku manasik haji yang tidak hanya membahas aspek fiqih, tetapi juga tasawwuf.
  3. Penguatan ekosistem ekonomi haji melalui peningkatan ekspor bahan makanan nusantara dan kebutuhan jemaah.
  4. Penerapan kembali skema murur dan tanazul secara lebih sistematis.
  5. Transparansi daftar nama jemaah haji, baik untuk reguler maupun khusus.
  6. Digitalisasi Tata Kelola

Digitalisasi merupakan kunci untuk menciptakan layanan keagamaan yang murah, mudah, efisien, dan transparan. Upaya yang dilakukan meliputi:

  1. Integrasi berbagai sistem informasi dalam satu aplikasi untuk penyajian data yang akurat.
  2. Pengembangan sistem pengelolaan sumber daya manusia berbasis digital yang dapat diakses secara masif oleh seluruh pemangku kepentingan.
  3. Penerapan manajemen talenta, sistem merit, dan reformasi birokrasi untuk meningkatkan kinerja Kemenag.

Peluncuran Asta Protas Kemenag Berdampak ini merupakan manifestasi nyata komitmen Kementerian Agama untuk menyelesaikan program-program strategis yang telah ditetapkan oleh pimpinan negara. Dengan delapan program prioritas tersebut, diharapkan Kemenag dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas layanan keagamaan, pendidikan, pemberdayaan pesantren, serta ekonomi umat selama periode 2025–2029.(wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor: nur muhammad