BPBD Rilis Data Prakiraan Daerah Potensi Banjir di Kalsel Dasarian I-III Maret 2025
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kalimantan Selatan masih berpotensi dilanda banjir tahun ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel merilis data prakiraan daerah potensi banjir di Banua untuk Dasarian I-III Maret 2025.
Mengutip Instagram BPBD Kalsel, @bpbd.kalsel, Jumat (7/3/2025), sejumlah wilayah berpotensi mengalaminya.
BACA JUGA: Banjir Rendam Banjarmasin, Banjarbaru & Martapura: Pasar Batuah 'Calap' dan Pengendara Berjuang Lewati Genangan
Levelnya adalah menengah, dari dasarian I hingga III tersebut.
Sekadar informasi, mengutip Wikipedia, dasarian adalah satuan waktu meteorologi, yang lamanya adalah sepuluh hari.
Istilah ini adalah gabungan dari dua kata: "dasa" dan "harian", serta dipakai untuk menghindari kekacauan dengan dekade yang dalam bahasa Indonesia berarti satuan waktu sepuluh tahun.
Kedua istilah ini dalam bahasa Inggris adalah sama, decade.
[caption id="attachment_296821" align="alignleft" width="300"]
Prakiraan daerah potensi banjir di Kalsel, Maret 2025. Foto: Instagram/@bpbd.kalsel[/caption]
Satuan dasarian biasa dipakai dalam analisis cuaca dan dalam metode prakiraan cuaca.
Misalnya, musim penghujan untuk suatu tempat dinyatakan dimulai (menurut batasan BMKG) apabila curah hujan telah di atas 100 mm selama tiga dasarian berturut-turut (satu bulan).
Dasarian juga dipakai dalam prakiraan serangan hama bagi pertanaman.
Dengan demikian, dapat diartikan satu dasarian berarti 10 hari, jika 3 dasarian artinya 1 bulan (30 hari).
Untuk prakiraan daerah potensi banjir di Kalsel dasarian I-III di Maret 2025 berarti prediksinya untuk satu bulan.
Menurut data dari BPBD Kalsel tersebut, per dasarian berbeda-beda wilayah yang berpotensi mengalami banjir.
Berikut ini rinciannya:
Dasarian I: Barito Kuala, Banjar, Tabalong, Balangan.
Dasarian II: Barito Kuala, Banjar, Tabalong, Balangan dan Banjarmasin.
Dasarian III: tidak ada.
Potensi banjir di ketiga dasarian tersebut berskala menengah. (yayu)
Editor: Yayu
Prakiraan daerah potensi banjir di Kalsel, Maret 2025. Foto: Instagram/@bpbd.kalsel[/caption]
Satuan dasarian biasa dipakai dalam analisis cuaca dan dalam metode prakiraan cuaca.
Misalnya, musim penghujan untuk suatu tempat dinyatakan dimulai (menurut batasan BMKG) apabila curah hujan telah di atas 100 mm selama tiga dasarian berturut-turut (satu bulan).
Dasarian juga dipakai dalam prakiraan serangan hama bagi pertanaman.
Dengan demikian, dapat diartikan satu dasarian berarti 10 hari, jika 3 dasarian artinya 1 bulan (30 hari).
Untuk prakiraan daerah potensi banjir di Kalsel dasarian I-III di Maret 2025 berarti prediksinya untuk satu bulan.
Menurut data dari BPBD Kalsel tersebut, per dasarian berbeda-beda wilayah yang berpotensi mengalami banjir.
Berikut ini rinciannya:
Dasarian I: Barito Kuala, Banjar, Tabalong, Balangan.
Dasarian II: Barito Kuala, Banjar, Tabalong, Balangan dan Banjarmasin.
Dasarian III: tidak ada.
Potensi banjir di ketiga dasarian tersebut berskala menengah. (yayu)
Editor: Yayu