WARTABANJAR.COM, BEKASI - Viral di media sosial, istri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yakni Wiwiek hargono memamerkan bahwa ia sekeluarga menginap di hotel mewah Horison Bekasi, saat banjir besar mengenangi 8 dari 12 Kecamatan di Bekasi. Video istri Wali Kota Bekasi sekeluarga menginap di hotel mewah menuai pro kontra warganet. Sebab bukannya prihatin dengan rakyat yang terkena dampak banjir, namun mereka justru mengungsi di hotel mewah dan warga mempertanyakan anggaran menginap di hotel. Terang saja video tersebut langsung mendapatkan berbagai komentar negatif dari netizen yang menyayangkan penyebaran video berdurasi 1 menie 15 detik tersebut saat banjir Bekasi. Netizen menyampaikan bahwa saat masyarakat Bekasi yang tengah mendapatkan musibah banjir terparah sejak 2020 lalu, istri pimpinan mereka malahan membagikan video nginap di hotel bintang 4. Dalam video tersebut terlihat Wiwiek Hargono yang merupakan istri dari Wali Kota Bekasi Tri Adhiantoistri baru saja turun dari mobilnya. Terlihat suasana hujan di depan lobby hotel dan Wiwiek ditemani oleh beberapa orang yang baru saja sampai di hotel. Dalam video itu juga disampaikan bahwa istri Walikota Bekasi mengungsi ke hotel karena rumahnya kebanjiran. Terdengar juga Wiwiek menyampaikan bahwa dirirnya telah mendapatkan kamar di hotel tersebut. “Guys, kita nganter ibu Wiwiek untuk stay di hotel karena rumahnya kebanjiran,” uangkap perekam video sembari tertawa. “Jadi ibu Walikota kita nginapnya di Horison,” tambahnya Berbagai komentar negatif ditinggalkan netizen di akun @Gojekmilitan yang memposting video istri Walikota Bekasi sembari menuliskan narasi, ‘Cara terhindar dari banjir versi walkot’. “Rakyatnya ga diajak nginep di hotel Bu?, tulis Atlantis di akun X@phb_1024 mengomentari postingan tersebut. “Di negara-negara yg Nalarnya Normal para pejabatnya adalah pelayan rakyat namun di negara yg Nalarnya tak normal alias selalu diperkosa para pejabatnya berlaku bak raja atau ratu,” tambah akun @Zeetoembare. “Dan bodohnya dia videoin seolah2 ini normal tanpa memperhatikan perasaan warga yg kebanjiran,” tulis akun @RamaArjuna97. “Para pejabat ini merasa mereka adalah raja / ratu yang seolah normal kalau mereka pamer kemewahan di sosial media meskipun mengungsi ke hotel karena banjir”. “Sampah mereka semua,” tambahnya. “Walkot model gini dipilih,kampanye ngemis2 untuk dipilih eh begitu terpilih daerahnya banjir di-mana2 warganya pusing mau kemana kamu tidur nyenyak di Hotel Horison uemak tenan uripMu bro perasaanMu ditaruh dimana,ini Kang Dedi anak buahnya mau enak'e dewe,” akun @Budionotaslim3 ikut mengomentari. Diketahui banjir melanda berbagai wilayah Bekasi sejak Senin malam yang salah satu penyebabnya karena tingginya curah hujan di wilayah Bogor. Hal tersebut menyebabkan naiknya debit permukaan air di sungai Ciliwung, Citarum, dan Cisadane. Sedangkan Tri Adhianto menyampaikan jika banjir besar yang dimulai pada Senin malam yang terdampak sedikitnya 8 dari 12 kecamatan di Kota Bekasi. Akibat banjir ini, mengakibatkan terhentinya operasional di berbagai sektor serta berdampak juga pada lingkungan pemukiman, gedung pemerintahan dan jalan raya utama. Wali Kota Buka Suara Sementara itu, Wali Kota Tri Adhianto, membenarkan dirinya dan istri mengungsi di hotel karena rumah terendam banjir. Hotel tersebut dipilih karena lokasinya stategis dan memudahkan untuk meninjau korban banjir. “Iya benar menginap di hotel karena lokasi strategis,” ucapnya. Menurut Tri, keluarganya tidak menetap lama di hotel. “Karena istri saya saja jam 04.00 WIB sudah bantu-bantu masak buat makanan korban banjir. Jadi, saya enggak stay selamanya di hotel,” lanjutnya. Tri mengaku tidur di hotel hanya untuk beristirahat sebentar dan paginya langsung membantu warga. “Lalu, saya dan istri jam 06.00 WIB sudah meninggalkan hotel,” tukasnya. Diketahui, 14 kecamatan di Kabupaten Bekasi dan 7 kecamatan di Kota Bekasi terendam banjir. Berdasarkan data dari BPBD Jabar, sebanyak 52 ribu jiwa terdampak akibat banjir dengan ketinggian air yang bervariasi antara 50 hingga 350 sentimeter. Teguran Gubernur Jabar Sementara itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, meminta kepala daerah bersama masyarakat yang terkena musibah banjir. Dedi Mulyadi menegur Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto karena memilih menginap di hotel bintang 4 bersama keluarga saat banjir belum surut. "Pada seluruh pejabat di manapun berada, mari kita sama-sama merasakan apa yang diderita masyarakat." "Saat masyarakat mendapatkan musibah, pejabat dan istri pejabat ada di tengah masyarakat," paparnya, Rabu (5/3/2025). Dedi mengaku tak berwenang memberikan sanksi lantaran berada di ranah Kemendagri sehingga hanya memberikan teguran. "Sanksi tidak ada, itu kan SK nya Mendagri. Sebagai Gubernur bisa melakukan pembinaan berupa teguran." "Melalui media ini saya sampaikan teguran pada istri Wali Kota Bekasi untuk mengubah sikapnya karena dipilih oleh masyarakat untuk melayani," sambungnya. Ia berharap para kepala daerah mementingkan masyarakat karena dipilih langsung oleh mereka. "Termasuk istrinya harus melayani masyarakat apalagi istrinya yang juga ketua tim penggerak PKK yang harus jadi garda terdepan menyelesaikan problem masyarakat dari kekurangan gizi sampai kebanjiran," imbuhnya.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad