Empat Sunnah Nabi di Bulan Puasa, Ada yang Dapat Menjauhkan dari Api Neraka

3. Konsisten Shalat Tarawih
Salah satu hal yang membedakan antara bulan Ramadhan dengan bulan-bulan yang lain adalah pelaksanaan shalat sunnah tarawih setelah Isya.

Secara lugas, Nabi Muhammad SAWmenganjurkan umatnya untuk melakukan ibadah ini, karena memiliki beragam keutamaan. Di antaranya, yakni mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Sebagaimana disampaikan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah RA: “Rasulullah SAW menganjurkan untuk melaksanakan ibadah shalat pada malam Ramadhan, tanpa mewajibkannya. Beliau bersabda: ‘Siapa saja yang bangun (melaksanakan shalat) di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.’” (HR. Muslim)

4. Rutin Melakukan Shalat Dhuha
Melaksanakan shalat Dhuha secara rutin merupakan salah satu langkah penting dalam menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW selama bulan suci Ramadhan.

Dengan melatih diri untuk menunaikan ibadah ini, kita dapat membangun keistiqomahan dalam melaksanakannya di waktu-waktu lain.

Abu Hurairah RA menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan tiga wasiat kepadanya, yang tidak akan ia tinggalkan sepanjang hidupnya.

Dalam sebuah riwayat, ia menyatakan: “Kekasihku (Nabi Muhammad) telah memberikan wasiat kepadaku dengan tiga hal, yang tidak akan aku tinggalkan sampai aku mati: 1) Puasa tiga hari di setiap bulan, 2) Shalat Dhuha, dan 3) Tidur setelah melaksanakan shalat witir.” (HR. Bukhari)

Keempat sunnah Nabi Muhammad SAW ini dapat kita laksanakan secara konsisten selama bulan suci Ramadhan sebagai sarana untuk membiasakan diri dalam melaksanakan ibadah sepanjang tahun.

Membaca Al-Qur’an, bersedekah, shalat malam, dan rutin menunaikan shalat Dhuha adalah kumpulan rutinitas Nabi yang memiliki banyak manfaat.

Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu sebaik mungkin untuk melaksanakannya. Wallahua’lam. (Berbagai sumber)