Empat Sunnah Nabi di Bulan Puasa, Ada yang Dapat Menjauhkan dari Api Neraka

Selain itu, dalam riwayat lain dikemukakan bahwa bulan suci Ramadhan adalah waktu yang paling utama untuk bersedekah. “Dari Anas, ia berkata: Nabi Muhammad pernah ditanya, puasa apa yang paling utama setelah Ramadhan? Nabi menjawab, “Puasa Sya’ban untuk memuliakan kedatangan Ramadhan.” Kemudian Nabi ditanya lagi, kapan waktu sedekah yang paling utama? Nabi menjawab, “Sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

3. Konsisten Shalat Tarawih
Salah satu hal yang membedakan antara bulan Ramadhan dengan bulan-bulan yang lain adalah pelaksanaan shalat sunnah tarawih setelah Isya.

Secara lugas, Nabi Muhammad SAWmenganjurkan umatnya untuk melakukan ibadah ini, karena memiliki beragam keutamaan. Di antaranya, yakni mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Sebagaimana disampaikan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah RA: “Rasulullah SAW menganjurkan untuk melaksanakan ibadah shalat pada malam Ramadhan, tanpa mewajibkannya. Beliau bersabda: ‘Siapa saja yang bangun (melaksanakan shalat) di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.’” (HR. Muslim)

4. Rutin Melakukan Shalat Dhuha
Melaksanakan shalat Dhuha secara rutin merupakan salah satu langkah penting dalam menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW selama bulan suci Ramadhan.

Dengan melatih diri untuk menunaikan ibadah ini, kita dapat membangun keistiqomahan dalam melaksanakannya di waktu-waktu lain.