WARTABANJAR.COM - Ramadan merupakan momen tepat untuk meningkatkan ibadah, mengingat ganjaran pahala berlipat ganda yang dijanjikan Allh Swt. Ada empat sunnah Nabi yang dikerjakan umat Islam saat Ramadan akan mendapat ganjaran pahala berlipat ganda dilansir NU Online. 1. Tadarus Al-Qur’an Sunnah utama yang dianjurkan selama Ramadhan adalah bertadarus Al-Qur’an, yaitu membaca, mempelajari, dan mengamalkan isinya. Nabi Muhammad SAW sendiri melakukannya bersama malaikat Jibril selama hidupnya. Simak riwayat berikut:“Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Kedermawanan yang paling nampak dalam dirinya itu nampak pada bulan Ramadhan saat bertemu dengan malaikat Jibril. Jibril menemuinya di setiap malam bulan Ramadhan dan membacakan untuknya Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah SAW adalah orang yang lebih pemurah dalam kebaikan daripada angin yang bertiup.” (HR. Bukhari) 2. Memperbanyak Sedekah Tidak perlu menunggu saat kaya untuk berbagi dengan sesama; menyisihkan sedikit dari harta yang dimiliki pun sudah memberikan manfaat besar bagi orang lain. Sekecil apapun harta yang dikeluarkan, pasti akan berguna di akhirat. Salah satu kelebihan bersedekah adalah dapat menjauhkan pelakunya dari api neraka. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: “Jauhkanlah diri kalian dari api neraka, walaupun dengan bersedekah menggunakan sebiji buah kurma. Siapa saja yang tidak memilikinya, maka cukup dengan berkata baik.” (HR. Bukhari) Selain itu, dalam riwayat lain dikemukakan bahwa bulan suci Ramadhan adalah waktu yang paling utama untuk bersedekah. “Dari Anas, ia berkata: Nabi Muhammad pernah ditanya, puasa apa yang paling utama setelah Ramadhan? Nabi menjawab, “Puasa Sya’ban untuk memuliakan kedatangan Ramadhan.” Kemudian Nabi ditanya lagi, kapan waktu sedekah yang paling utama? Nabi menjawab, “Sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi) 3. Konsisten Shalat Tarawih Salah satu hal yang membedakan antara bulan Ramadhan dengan bulan-bulan yang lain adalah pelaksanaan shalat sunnah tarawih setelah Isya. Secara lugas, Nabi Muhammad SAWmenganjurkan umatnya untuk melakukan ibadah ini, karena memiliki beragam keutamaan. Di antaranya, yakni mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Sebagaimana disampaikan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah RA: “Rasulullah SAW menganjurkan untuk melaksanakan ibadah shalat pada malam Ramadhan, tanpa mewajibkannya. Beliau bersabda: ‘Siapa saja yang bangun (melaksanakan shalat) di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.’” (HR. Muslim) 4. Rutin Melakukan Shalat Dhuha Melaksanakan shalat Dhuha secara rutin merupakan salah satu langkah penting dalam menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW selama bulan suci Ramadhan. Dengan melatih diri untuk menunaikan ibadah ini, kita dapat membangun keistiqomahan dalam melaksanakannya di waktu-waktu lain. Abu Hurairah RA menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan tiga wasiat kepadanya, yang tidak akan ia tinggalkan sepanjang hidupnya. Dalam sebuah riwayat, ia menyatakan: “Kekasihku (Nabi Muhammad) telah memberikan wasiat kepadaku dengan tiga hal, yang tidak akan aku tinggalkan sampai aku mati: 1) Puasa tiga hari di setiap bulan, 2) Shalat Dhuha, dan 3) Tidur setelah melaksanakan shalat witir.” (HR. Bukhari) Keempat sunnah Nabi Muhammad SAW ini dapat kita laksanakan secara konsisten selama bulan suci Ramadhan sebagai sarana untuk membiasakan diri dalam melaksanakan ibadah sepanjang tahun. Membaca Al-Qur’an, bersedekah, shalat malam, dan rutin menunaikan shalat Dhuha adalah kumpulan rutinitas Nabi yang memiliki banyak manfaat. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu sebaik mungkin untuk melaksanakannya. Wallahua’lam. (Berbagai sumber)