“Kalau tahun-tahun sebelumnya banjir tidak pernah masuk ke rumah, dan biasanya cepat surut. Kecuali tahun 2021, itu memang parah, kami harus mengungsi. Setelah itu aman-aman saja, tapi sekarang harus mengungsi lagi,” ungkapnya.
Meski begitu, Dewi bersyukur kondisi kesehatan warga pengungsian tetap terjaga.
“Kalau sakit yang serius sih tidak ada, paling cuma gatal-gatal karena kelamaan di air. Tapi tiap dua hari sekali ada pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan dari tim medis,” jelasnya.
Dewi berharap banjir kali ini tidak berlangsung lama seperti yang terjadi pada 2021.
“Kalau banjirnya lama, kita jadi susah beraktivitas dan bekerja. Mudah-mudahan cepat surut supaya kami bisa segera kembali ke rumah,” harapnya.
Fenomena banjir yang terus berulang ini mengingatkan pentingnya perbaikan tata kelola air dan mitigasi bencana di wilayah Kabupaten Banjar, khususnya Kecamatan Gambut. Warga pun berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk mencegah banjir serupa terulang di masa mendatang.(Wartabanjar.com/Iqnatius Aprianus)
editor: nur muhammad







