Miris! Sebulan Jalan Alternatif Margasari-Kandangan Terendam Banjir dan Rusak Parah, Ada 3 Lubang Berbahaya!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, RANTAU – Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kalimantan Selatan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan akses jalan terganggu, termasuk Jalan Raya Kalumpang yang menghubungkan Desa Margasari dengan Kota Kandangan, Kabupaten Tapin.
Jalan yang menjadi jalur vital tersebut kini dalam kondisi memprihatinkan, terendam banjir dan rusak parah di sejumlah titik.
Jalan Rusak Parah
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa hampir sepanjang jalan tersebut masih terendam banjir, dengan kerusakan yang semakin parah.
Warga setempat, Abdul, menjelaskan bahwa kerusakan jalan ini akibat air pasang yang melanda selama sebulan terakhir. Ditambah lagi, hujan deras yang terus mengguyur menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi badan jalan.
“Banjir di sini sudah berlangsung selama satu bulan, dan hingga saat ini belum surut. Air terus menggenangi badan jalan, membuat kondisi jalan semakin rusak,” ujar Abdul, yang turut mengarahkan arus lalu lintas di kawasan tersebut, Senin (20/01/2025).
BACA JUGA:Ini Jalan Alternatif Menuju Kaltim Usai Jembatan Runtuh di Desa Busui
Tiga Titik Lubang Berbahaya
Abdul juga menyebutkan bahwa ada setidaknya tiga titik lubang besar di sepanjang jalan yang kini masih tertutup banjir. Hal ini sangat membahayakan pengendara yang melintasi jalan tersebut. Warga setempat pun bersikap sigap dengan menjaga dan mengarahkan pengendara agar terhindar dari bahaya.
“Di jalan yang rusak ini, ada beberapa relawan dari warga yang membantu mengarahkan pengendara agar tidak masuk ke dalam lubang. Ini sangat penting untuk menjaga keselamatan pengendara,” ungkapnya.
Pemerintah Diminta Cepat Tanggap
Dengan kondisi jalan yang semakin memburuk, Abdul menyarankan masyarakat untuk mencari jalur alternatif lainnya demi menghindari risiko kecelakaan. “Karena jalannya belum aman untuk dilalui, bisa membahayakan pengendara dan kendaraan yang digunakan,” tegasnya.
Meskipun sebelumnya pihak pemerintah sudah melakukan sedimentasi (pengerukan air sungai) untuk memperbaiki drainase, serta peninggian badan jalan dan pembuatan siring beton di beberapa titik, namun kondisi tersebut belum cukup untuk mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah yang berada di sekitar rawa-rawa ini. Jalan tersebut tetap rentan terhadap terjadinya genangan air yang mengganggu kelancaran transportasi.
Pemerintah diminta segera mengambil tindakan lebih lanjut untuk memperbaiki infrastruktur dan mencegah kerusakan lebih lanjut, agar masyarakat tidak terus-menerus terganggu oleh kondisi ini.(Wartabanjar.com/Iqnatius Aprianus/Jamal)
editor: nur muhammad