WARTABANJAR.COM, LOS ANGELES – Fenomena langka namun mematikan, tornado api atau firenado, kembali menggemparkan dunia. Terjadi di tengah kebakaran hutan besar di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS), kejadian ini semakin meningkatkan kewaspadaan akan potensi bahaya luar biasa yang ditimbulkan kebakaran hutan. Lantas, apa sebenarnya firenado atau tornado api ini? Dilansir dari berbagai sumber pada Rabu (15/1/2025), firenado adalah fenomena berbahaya yang terjadi akibat kebakaran hutan besar. Fenomena ini terbentuk ketika udara panas dari api naik secara cepat, menciptakan kolom udara berputar yang dapat memanjang dari permukaan tanah hingga ke awan. BACA JUGA:Waduh! Kebakaran Hebat di Los Angeles Hentikan Produksi Film dan Paksa Universal Studios Tutup Proses pembentukan firenado mirip dengan tornado biasa, tetapi dengan tambahan unsur api yang menjadikannya jauh lebih destruktif. Apa Itu Firenado? Firenado terbentuk ketika suhu ekstrem dari kebakaran menghangatkan udara di sekitarnya, sementara udara yang lebih dingin ditarik ke bawah. Ini menciptakan pusaran udara yang cukup kuat untuk menumbangkan pohon, merusak bangunan, dan bahkan menarik puing-puing, bara api, dan abu ke dalam pusarannya yang mematikan. Kejadian firenado baru-baru ini muncul di Los Angeles di tengah kebakaran hutan yang melanda kawasan tersebut, memperlihatkan potensi kehancuran yang luar biasa akibat kekuatan dan suhu ekstrem yang dimiliki fenomena ini. Dampak dari Firenado Firenado dapat mencapai suhu lebih dari 800 derajat Celsius, bahkan lebih panas dari api kebakaran biasa. Kecepatan angin yang dihasilkan pun setara dengan tornado kategori EF-3, yang dapat menyebabkan kerusakan hebat. Fenomena ini sering dipicu oleh angin kencang dan kondisi sangat kering yang umum terjadi selama musim kemarau. Dalam kondisi tersebut, kebakaran hutan yang berlangsung memanaskan udara di sekitarnya, sementara udara lebih dingin ditarik ke bawah, menciptakan pusaran udara yang sangat berbahaya. Kebakaran Carr pada 2018 menjadi sorotan utama terkait fenomena firenado, ketika angin puting beliung berapi-api mencapai ketinggian 17.000 kaki dengan kecepatan 143 mph, menambah dampak destruktif pada kebakaran hutan besar. Tantangan bagi Petugas Pemadam Kebakaran Firenado sangat sulit untuk dihadapi oleh petugas pemadam kebakaran karena sifatnya yang tidak dapat diprediksi dan suhu yang ekstrem. Sebagai hasilnya, mereka seringkali lebih memilih untuk menghindari langsung berhadapan dengan firenado dan lebih fokus pada area kebakaran yang lebih stabil, di mana pergerakan api lebih dapat diprediksi dan dimatikan dengan lebih efektif. BACA JUGA:VIDEO Kebakaran Hebat di Los Angeles Belum Padam, Kini Apartemen 6 Lantai di New York Ludes Pentingnya Penelitian dan Kesiapsiagaan Fenomena ini semakin menarik perhatian global mengingat dampak besar yang bisa ditimbulkan. Mengingat adanya perubahan iklim yang memperburuk frekuensi dan intensitas kebakaran hutan, kejadian firenado kemungkinan akan semakin sering terjadi di masa depan. Penelitian lebih lanjut mengenai perilaku dan dampak dari firenado sangat penting untuk meminimalkan kerusakan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan.(Wartabanjar.com/Beritasatu.com) editor: nur muhammad