Perang ini terjadi pada bulan Rajab 9 H dan berakhir pada bulan Ramadhan di tahun yang sama.
Kendati tidak sempat terjadi kontak fisik karena pasukan musuh menyerah sebelum bertempur, peperangan ini berlangsung selama 50 hari, dengan pembagian 20 hari Muslim berada di Tabuk dan 30 hari untuk menempuh perjalanan pulang pergi dari Madinah ke Tabuk. (Safyurrahman al-Mubarakfuri, Raḫîqul Makhtûm, [Riyadh: Muntada ats-Tsaqafah, 2013], h. 366).
5. Hijrah Kaum Muslim ke Ethiopia Peristiwa hijrah ini terjadi pada bulan Rajab tahun kelima dari nubuwah.
Muslim yang berangkat hijrah sebanyak 16 orang, yaitu 12 laki-laki dan 4 perempuan.
Rombongan tersebut dipimpin oleh Utsman bin Affan.
Salah seorang putri Rasulullah bernama Ruqayyah juga ikut serta bersama rombongan. (Shafyuddin al-Mubarakfuri, Wa Innaka La ‘Ala Khuluqin ‘Adzim, [Tk: Syirkatu KIndah, 2006], juz 1, h. 71).
6. Pembebasan Damaskus Pembebasan Kota Damaskus berawal dari strategi khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq dalam menghadapi perlawanan imperium Romawi.
Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq memecah konsentrasi Imperium Romawi dengan menyerang beberapa kawasan penting dalam waktu berdekatan.
Hal ini membuat Heraklius, Raja Imperium Romawi kebingungan dalam menyusun strategi. Kemenangan demi kemenangan diraih oleh umat Islam.
Abu Bakar digantikan oleh Umar bin Khattab sebagai khalifah.
Para prajurit umat Islam menjadikan kota Damaskus sebagai titik berkumpul setelah kemenangan di berbagai daerah.
Mereka mengepung kota Damaskus dari beberapa pintu masuk kota Damaskus.
Pasukan umat Islam pun masuk ke dalam Kota Damaskus setelah mendengarkan pekikan takbir dari pasukan pembuka gerbang.
Terkaget-kagetlah penduduk Kota Damaskus yang sedang terlena dengan minuman keras mereka. Hingga mereka tidak mampu menghadapi pasukan umat Islam dengan pedang-pedang mereka.
7. Wafat Umar bin Abdul Aziz Khalifah kedelapan Dinasti Umayyah ini wafat pada tanggal 25 Rajab tahun 101 H di Deir Sam’an yang termasuk wilayah Provinsi Homs, Suriah.
Ia meninggalkan empat belas orang putra. Posisinya sebagai khalifah kemudian digantikan oleh sepupunya, Yazid bin Abdul Malik (Dr. Abdussyafi Muhammad Abdul Lathif, Al-‘Alamul Islami fil ‘Ashril Umawi Dirasah Siyasiyyah, [Halab: Darussalam, 2008], h. 163. Meski menjabat sebagai khalifah, kehidupan Umar sangat sederhana.
Saking sederhananya, sampai-sampai ia tidak meninggalkan banyak harta warisan hingga dikatakan anak-anaknya dalam keadaan fakir.
Sepanjang hidupnya, Umar dikenal sebagai sosok khalifah yang zuhud, bahkan ia tidak mau menggunakan fasilitas pemerintahan yang sebenarnya adalah haknya sebagai pemimpin negara. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







