Peristiwa-peristiwa Bersejarah di Bulan Rajab Selain Isra Miraj

WARTABANJAR.COM – Isra Mi’raj, ditiupkannya ruh Nabi Muhammad dalam kandungan ibundanya, wafatnya Abu Thalib, dan Umat bin Abdul Aziz adalah sebagian dari beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Rajab.

Ada beberapa peristiwa lainnya yang tidak kalah pentingnya dalam sejarah kebesaran umat Islam.

Menghimpun tulisan-tulisan dari kanal Sirah Nabawiyah di NU Online dan catatan redaksi, setidaknya ada tujuh peristiwa bersejarah dalam Islam yang terjadi pada bulan Rajab.

Berikut ini informasi selengkapnya:

1. Isra Mi’raj Isra Mi’raj yang terjadi pada 27 Rajab jadi salah satu peristiwa besar di bulan Rajab.

Karena saat itu diturunkan perintah salat lima waktu.

Untuk menerima perintah ini, Nabi Muhammad melakukan perjalanan luar biasa dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al Aqsa di Yerusalem.

Selanjutnya melanjutkan perjalanan ke langit ketujuh untuk menghadap Allah SWT.

2. Kisah Rasulullah Mulai di Kandungan Aminah binti Wahab Para sejarawan Muslim menyebutkan bahwa salah satu peristiwa besar yang terjadi pada bulan tersebut adalah awal mula nur nubuwah (cahaya kenabian) Rasulullah saw diletakkan di rahim ibundanya, Aminah binti Wahab.

Para ulama sendiri berselisih pendapat terkait kapan janin Nabi Muhammad mulai dikandung oleh Aminah.

Namun jika merujuk pendapat ulama yang mengatakan Nabi lahir pada bulan Rabi’ul Awwal, maka jelas Nabi berada dalam kandungan ibunya selama sembilan bulan dengan dimulai dari Rajab.

Menurut Syekh Az-Zurqani dalam Syarah Mawâhibul Laddûniyah, pendapat ini sahih.

3. Wafatnya Abu Thalib, Pembela Nabi Muhammad Ketika Abu Thalib jatuh sakit, kian hari semakin parah sakitnya yang hingga tinggal menunggu saat-saat kematiannya.

Akhirnya ia pun berpamit untuk selamanya pada bulan Rajab tahun kesepuluh dari kenabian.

Pendapat lain mengatakan bahwa ia wafat pada bulan Ramadhan, selang tiga bulan setelah wafatnya Sayyidah Khadijah.

Saat detik-detik kematiannya, Rasulullah berada di sampingnya dan berkata, “Wahai paman, ucapkanlah lâ ilâha illallâh, satu kalimat yang dapat engkau jadikan hujjah di sisi Allah”.

Mengenai status keimanan Abu Thalib sendiri ulama berbeda pendapat.

Ada yang berpendapat Abu Thalib wafat dalam keadaan tidak beriman karena sampai detik terakhir kewafatan tidak mengucapkan kalimat syahadat.

4. Perang Tabuk, Muslim Melawan Romawi Perang Tabuk merupakan perang antara tentara Muslim melawan imperium Romawi.