WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir kembali membuat langkah berani dengan rencana memangkas jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi hanya 30 perusahaan melalui proses merger di 2025. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan pelat merah, terutama pada sektor-sektor yang memiliki kesamaan bidang usaha. Erick menjelaskan bahwa saat ini upaya merger difokuskan pada tiga sektor utama: karya atau konstruksi, transportasi pelabuhan dan penyeberangan, serta sektor kereta api. BACA JUGA:Teka-Teki Lokasi Laga Indonesia VS Bahrain Akhirnya Terjawab, Begini Jawaban Erick Thohir: BUMN yang Akan Dimerger Sektor Kereta Api: PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan digabung dengan PT Industri Kereta Api (INKA). Sektor Pelabuhan dan Transportasi Laut: PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), dan PT ASDP Indonesia Ferry. Sektor Konstruksi: Dari 7 perusahaan BUMN karya, seperti PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, hingga PT Adhi Karya, hanya akan dibentuk 3 klaster utama. Target Ambisius Erick Thohir Dalam lima tahun ke depan, Kementerian BUMN menargetkan transformasi besar melalui program konsolidasi. "Dari 47 perusahaan BUMN yang ada, akan dipangkas menjadi 30 perusahaan saja," ujar Erick saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (24/12/2024). Erick menyebutkan bahwa proses ini tidak hanya membutuhkan kajian mendalam, tetapi juga kerja sama lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan. BACA JUGA:Propam Nyatakan Korban Pemerasan Oknum Polisi di Acara DWP Ada 45 Orang Sinergi Antar-Kementerian Untuk sektor karya, Erick aktif berkomunikasi dengan Menteri PUPR terkait proyek-proyek strategis yang dikerjakan BUMN Karya. Sementara untuk sektor transportasi laut, dukungan dari Kementerian Perhubungan dinilai krusial. "Kami sudah berdiskusi dengan Menteri Perhubungan, dan beliau sangat mendukung, karena ini bagian dari solusi peningkatan layanan transportasi," ungkap Erick. Dengan visi besar ini, Erick Thohir berharap konsolidasi BUMN tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan pelayanan publik yang lebih baik. "Semua ini perlu kajian mendalam, tetapi arah transformasinya jelas menuju efisiensi dan kemajuan," pungkasnya.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad