WARTABANJAR.COM, SITUBONDO – Sebuah video yang diunggah radio bintang tenggara di laman Facebook memperlihatkan detik-detik Kapal Layar Motor (KLM) Lorena Sari tenggelam dan penumpang berebut menaiki kapal tanker Pertamina Berlian Selatan, Minggu (8/12/2024). Dalam video tersebut terlihat bagaimana penumpang yang dibantu kru mecoba naik ke kapal tanker Pertamina Berlian Selatan. Sementara itu, KLM Lorena Sari pelan-pelan mulai dipenuhi air lau dan tenggelam. BACA JUGA:Terungkap Penyebab KLM Lorena Sari Tenggelam di Perairan Situbondo, Ini Penjelasan Tim SAR! Tampak jelas, puluhan penumpang anak, perempuan dan lelaki mencoba menaiki kapal tanker Pertamina meski kedua kapan bergoyang hebat karena tinggi gelombang saat itu. Hingga KLM Lorena Sari tenggelam dan hanya terlihat tiang yang ada diatas kapal, sejumlah penumpang belum berhasil naik ke tanker Pertamina. Seperti diberitakanm kcecelakaan tragis menimpa KLM Lorena Sari yang berlayar dari Pelabuhan Sapudi, Sumenep, menuju Pelabuhan Kalbut, Situbondo, Jawa Timur. Kapal yang mengangkut 73 orang, termasuk 5 anak buah kapal (ABK), tenggelam pada Minggu (8/12/2024) siang, menyebabkan dua korban meninggal dunia, satu penumpang hilang, dan puluhan lainnya terombang-ambing di lautan. Kronologi Tenggelamnya Kapal Berdasarkan data Automatic Identification System (AIS), kapal masih terpantau aktif pada pukul 12.30 WIB. Namun, sinyal menghilang sekitar pukul 13.10 WIB di koordinat -7.461840, 114.19000. Pada pukul 14.00 WIB, laporan kebocoran lambung kapal diterima Call Center 112 Sumenep dan diteruskan ke Basarnas untuk tindakan penyelamatan. Komandan Tim Operasi SAR Basarnas Pos Jember, Jefri, menyatakan bahwa 70 penumpang berhasil selamat berkat bantuan kapal tanker Pertamina Berlian Selatan yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. “Dua penumpang tewas, yakni Khoirur Rahman dan Hairi, sementara satu lagi, Maniyem, masih dalam pencarian,” ungkap Jefri, Minggu malam (8/12/2024). Evakuasi dan Penanganan Korban Penumpang yang selamat dievakuasi ke Pelabuhan Feri Jangkar menggunakan ambulans mulai pukul 18.30 WIB. Sebanyak 69 orang telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan medis, sedangkan satu penumpang masih dirawat akibat kondisi kesehatan yang buruk. Menurut Jefri, penumpang difasilitasi oleh pihak kepolisian untuk kembali ke rumah, terutama mereka yang tidak memiliki keluarga di Situbondo. Penyebab Tenggelam Dikatakan Jefri, Kapal kayu ini diduga mengalami kebocoran di lambung, yang menjadi penyebab utama tenggelamnya KLM Lorena Sari. Meski kapal telah dilengkapi Sistem Keamanan Pelayaran (SiKaPal), kejadian ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan pemeliharaan rutin terhadap armada pelayaran tradisional. BACA JUGA:TRAGEDI KLM Lorena Sari: Tenggelam di Perairan Situbondo, 2 Tewas, 1 Hilang! Pencarian Korban Hilang Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam transportasi laut, terutama untuk kapal kayu yang melayani rute daerah terpencil. Masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan pelayaran untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Pencarian korban yang masih hilang terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan hingga kini. Masyarakat diimbau untuk mendoakan keselamatan korban yang belum ditemukan dan memberikan dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad