Polisi Penembak Pelajar di Semarang Muntahkan Dua Peluru, Ada Tiga Korban
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, SEMARANG - Terungkap aksi penembakan oleh polisi terhadap tiga pelajar di Semarang, termasuk peluru yang dimuntahkan oleh oknum tersebut. Oknum polisi berinisial R, pelaku penembakan siswa SMKN 4 Semarang, sudah ditahan.
Ia bahkan sudah menjalani penempatan khusus selama 20 hari ke depan dalam penyelidikan perkara penembakan itu.
Baca juga:Penembakan Terhadap Tiga Siswa di Semarang Tuai Keprihatinan
"Yang bersangkutan akan menjalani sidang etik atas tindakan eksesif yang dilakukan," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto di Semarang, Rabu (27/11).
Menurut dia, penyelidikan terhadap tindakan R dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Bidang Propam Polda, dan diasistensi oleh Mabes Polri.
Ia memastikan proses hukum perkara tersebut dilakukan sesuai fakta yang benar dan setransparan mungkin.
Sementara Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar menambahkan diketahui R dua kali menembakkan senjata api.
"Dua kali tembakan, korban ada tiga orang," katanya.
Dari kesimpulan sementara, kata dia, tembakan pertama mengenai bagian pinggang sehingga menewaskan korban GRO.
Sementara tembakan kedua, lanjut dia, menyerempet badan korban berinisial A dan mengenai tangan S.
Dalam peristiwa tawuran antargangster yang berujung penembakan oleh oknum polisi terhadap korban berinisial.GRO tersebut, kata dia, polisi telah memeriksa 17 saksi.
"Empat pelaku tawuran dari kedua kelompok audah diterapkan sebagai tersangka," katanya.
Sebelumnya, seorang siswa kelas XI SMKN 4 Kota Semarang, berinisial GRO, dilaporkan meninggal dunia diduga akibat luka tembak senjata api di tubuhnya.
Baca juga:Tiga Siswa di Semarang Ditembak, Serang Polisi Saat Berusaha Lerai Tawuran
Warga Kembangarum, Kota Semarang, tersebut telah dimakamkan oleh keluarganya di Sragen pada Minggu siang.
Polisi menduga korban merupakan pelaku tawuran yang terjadi di sekitar wilayah Simongan, Semarang Barat pada Minggu (24/11) dinihari.
Polisi yang berusaha melerai peristiwa tawuran antargangster tersebut terpaksa membela diri dengan menembakkan senjata api.(pwk)
Editor: purwoko