WARTABANJAR.COM, BATULICIN- Menjadi pengelola perpustakaanharus mengetahui cara mengelola perpustakaan yang baik sebab akan jika dikelola dengan bagus dan tepat akan sangat berpengaruh terhadap aksesibilitas informasi bagi masyarakat. Oleh sebab itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu menggelar pelatihan klasifikasi dan pengolahan bahan Pustaka tahun 2024, Rabu (20/11/2024) di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel. Pelatihan diikuti oleh 50 pengelola perpustakaan sekolah dan desa di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tanbu, Yulia Rahmadani mengatakan kegiatan ini penting dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan para pengelola perpustakaan. "Klasifikasi dan pengolahan bahan pustaka adalah aspek utama dalam pengelolaan perpustakaan," ucapnya. Dengan sistem yang baik, sambung Yulia, masyarakat dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka butuhkan. “Oleh sebab itu, pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pengelola perpustakaan untuk bekerja lebih efektif dan efisien,” ujar Yulia lagi. Dalam pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan tentang sistem klasifikasi sesuai standar internasional, serta teknik-teknik pengolahan bahan pustaka yang baik. Selain itu, para peserta juga didorong untuk meningkatkan profesionalisme dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis. “Kami berharap, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat,” tambah Yulia. Kegiatan ini menandai langkah maju Dispersip Tanah Bumbu, dalam meningkatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat, agar semakin banyak orang yang memperoleh manfaat dari sumber daya informasi yang dikelola. BACA JUGA: Peringatan Dini BMKG Banjir Rob Mulai Naik di Banjarmasin Pukul 21.00 WITA Pelatihan ini mengundang narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kotabaru yaitu Tiaman Gusti Erfina yang memberikan materi  pelatihan tentang pengolahan bahan pustaka, pengembangan koleksi perpustakaan hingga shelving, serta berbagai peraturan dan proses lainnya kepada peserta. “Perpustakaan itu luas tidak hanya terpatok pada buku, bisa juga naskah kuno dan lainnya,” ujarnya. Maka dari itu, Tiaman menyebut mengolah bahan pustaka itu harus konsisten. (ddi) Penyunting: Yayu