WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang kini menjabat Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi dikait-kaitkan dengan judi online. Hal itu menyusul penangkapan sejumlah pejabat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), kementerian yang pernah dipimpinnya. Sekjen Pro Jokowi (Projo) Handoko membantah Ketua Umumnya tersebut membekingi judi online. Organisasi relawan mantan presiden Joko Widodo tersebut justru menjadi salah seorang pelopor untuk menggerakkan pemberantasan judi online di Indonesia. "Kalau dari apa yang semua ketahui dan kami catat betul, termasuk juga kami setelah menggelorakan pemberantasan judi online, maka sebenarnya Budi Arie inilah yang kemudian menjadi pelopor dalam gerakan pemberantasan judi online," kata Handoko pada konferensi pers di Sekretariat DPP Projo, Jakarta, Kamis (07/11/2024). Baca juga: Mantan Pemain Timnas U-23 Tertangkap Polisi Edarkan Obat-obatan Terlarang Penilaian sebagai pelopor itu, menurutnya bukan tanpa alasan. Karena selama 15 bulan menjabat Menkominfo di era pemerintahan Presiden Jokowi, Budi Arie telah menutup sekitar 3,8 juta situs judi online yang beroperasi di Indonesia. Di samping itu, Budi Arie juga mendorong seluruh satuan kerja Kominfo saat itu agar tidak terlibat jaringan judi online melalui penandatanganan pakta integritas. "Tidak cuma situs judi online yang disasar, rekening-rekening dan e-wallet yang terkait dengan kegiatan itu juga ditelusuri melalui kerja sama dengan otoritas seperti PPATK sehingga ada sebanyak tujuh ribu rekening dan e-wallet yang terkait dengan judi online yang kemudian ditutup," ujarnya seperti dikutip Wartabanjar.com. Diketahui, penangkapan belasan pegawai Komdigi menyeret nama Budi Arie Setiadi selaku mantan menteri lembaga yang sebelumnya bernama Kemenkominfo. Baca juga: Polres Banjar Amankan 11 Orang Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Ketika dikonfirmasi wartawan, Budi Arie yang kini menjabat sebagai Menteri Koperasi itu terlihat terburu-buru. Dirinya berdalih hal tersebut tidak lagi menjadi urusannya. "Saya fokus koperasi dan urus rakyat," ujarnya usai berkunjung ke Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta Pusat, Selasa (05/11/2024). Terseretnya nama Budi diawali dari tertangkapnya Zulkarnaen Apriliantony, mantan komisaris BUMN PT HIN, terkait kasus judol dibekingi pegawai Komdigi. Pria yang akrab disapa Tony Tomang ini disinyalir orang dekat Budi Arie. Akun X@PartaiSocmed menyebut, Tony Tomang yang memasukkan Adhi Kismanto alias Fallen ke Komdigi. Dia juga yang main 'belakang' mengenalkan Fallen langsung ke Budi Arie agar diterima di Komdigi. Karena kebiasaannya di bidang IT, Adhi Kismanto dipekerjakan Ketua Umum Projo itu untuk mengelola mesin atau software crawling web-web judi online di Kominfo, sesuai tujuan awal Tony Tomang. Baca juga: PPATK Endus Modus Pencucian Uang Oknum Pegawai Kementerian Komdigi "Meskipun bukan ASN Kominfo, tapi karena dibawa oleh Tony, maka dia diberi kepercayaan oleh Budi Arie untuk mengelola mesin/software crawling web-web judi online di Kominfo," cuit akun itu. Dengan masuknya Fallen ke dalam sistem, membuat Tony Tomang bisa mengontrol hasil crawling situs judi online itu. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko