Haji Isam, Anak Kampung yang Sukses Sejajarkan Diri dengan Pengusaha Papan Atas, Tetap Sederhana seperti Masyarakat Kebanyakan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM - Sosok Haji Isam, namanya sudah sangat dikenal seantero Tanah Air, bahkan hingga bisnis global.
Pengusaha yang tergolong masih muda pemilik nama lengkap H Samsudin Andi Arsyad ini, kini telah mensejajarkan dirinya dengan pengusaha papan atas.
Sebelum sukses seperti sekarang, Haji Isam adalah anak kampung di Kalimantan Selatan. Namun, latar belakangnya dari kampung itu pula yang menjadikan Haji Isam tetap sederhana dan rendah hati meski telah berada di puncak.
Gurita bisnisnya telah merambah berbagai sektor usaha di bawah bendera PT. Jhonlin Group.
Di balik kesuksesannya membangun kerajaan bisnis, ia tidak hanya berhasil dari sisi materi untuk pribadi dan keluarga. Haji Isam juga turut menciptakan lapangan pekerjaan bagi jutaan orang dan mengubah wajah ekonomi di Kalsel.
Ia telah memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional.
Perjalanan bisnis haji isam dimulai dari usaha kecil tetap dengan visi besar hingga akhirnya bisnisnya terus berkembang dan melebar ke berbagai sektor di seluruh Indonesia.
Bisnis transportasi udara, yakni pesawat terbang dan helikopter di bawah naungan PT Jhonlin Air Transport (JAT).
Di bidang perkapalan PT Jhonlin Marine mengelola lebih dari 70 kapal tongkang pengangkut batu bara.
Tidak hanya itu, Haji Isam juga merambah ke bisnis agribisnis biodiesel energi hingga wood pallet.
Terbaru, perusahaan Haji Isam, PT Prima Alam Gemilang, meresmikan pabrik pengolahan tebu terbesar di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Nilai kapitalnya disebut-sebut mencapai triliunan rupiah.
Pada 21 Oktober 2021, Presiden Joko Widodo juga meresmikan pabrik milik Haji Isam yang dikelola oleh PT Jhonlin Group.
Dalam acara tersebut, Jokowi menekankan pentingnya hilirisasi mengolah bahan baku dalam hal ini minyak sawit. menjadi produk yang lebih bernilai seperti biodiesel.
Pabrik ini menerapkan campuran B30, yaitu 30 persen nabati dan sisanya solar, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan penggunaan produ dalam negeri, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Dengan pabrik biodiesel ini, Haji Isam tidak hanya memberikan kontribusi bagi industri energi Indonesia tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong para petani sawit untuk memanfaatkan potensi pertanian mereka secara maksimal.
Fenomena Haji Isam mengubah cara kita melihat kelompok orang kaya dalam masyarakat.
Sebagai individu, Haji Isam memiliki sumber daya finansial yang substansial dan ia memanfaatkan kesempatan untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perubahan sosial.
Kedermawaan Haji Isam tidak hanya terfokus pada kekayaannya, tetapi juga pada upayanya mengatasi ketidakselarasan, memajukan pendidikan, dan meningkatkan spiritualitas masyarakat, di bawah bendera ASFA Foundation yang didirikan bersama Komjen (Purn) Syafruddin Kambo, program zakat, infak, sedekah, wakaf dan charity lainnya dikelola secara profesional.
Untuk menjangkau berbagai bidang melalui dari pendidikan, kesehatan hingga bantuan ke masjid pesantren dan rumah tahfidz dalam dua tahun telah menyalurkan beasiswa studi kepada lebih dari 1.600 orang di tingjat sekolah menengah pesantren, S1, S2, S3 dan post-doctoral, tak tanggung-tanggung sebaran mereka berada di 93 perguruan tinggi dalam negeri dan 22 perguruan tinggi luar negeri.
Di bidang kemanusiaan, ASFA Foundation menyalurkan puluhan ribu bantuan sembako dan uang tunai kepada kelompok fakir miskin, fisabilillah, gharimin, ibnu sabil, dan mualaf.
Tercatat pada 2022 ASFA Faundation mengeluarkan infak dan sedekah mencapai Rp250 miliar.
Haji Isam juga dikenal dengan kedermawanannya dalam membangu rumah ibadah dan memberangkatkan warga untuk melaksanakan ibadah umrah.
Telah banyak mengumrahkan orang termasuk ratusan guru, memberikan kesempatan kepada mereka untuk melaksanakan.
Haji dikenal sosok rendah hati dan sederhana, jauh dari kesan glamor bahkan sering hanya mengenakan kaus oblong, celana pendek, sepatu sneakers bahkan kadang hanya mengenakan sendal.
Sepak terjang Haji Isam di dunia bisnis membuat tercengang dan menyentak semua orang dengan keberaniannya membeli ribuan unit alat berat dari China demi menyukseskan proyek cetak sawah sejuta hektare di Merauke.
"Dalam benak saya hanya terlintas bagaimana gagasan Presiden Bapak Prabowo Subianto bisa tercapai. Bagaimanapun caranya, agar satu juta hektare bisa terealisasi dan berhasil dalam tiga tahun tanpa berpikir untung rugi," tutur Hajis Isam.
Haji Isam memiliki visi besar untuk ketahanan pangan Indonesia melalui proyek fodd estate di Merauke, Papua.
Dalam berbagai kesempatan Haji Isam menegaskan tekadnya untuk menyukseskan proyek cetak sawah yang prestisius ini.
Dengan komitmen yang kuat, ia bertekad mengembangkan 1 juta hektare lahan pertanian, yang tidak hanya akan meningkatkan produksi pertanian tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat lokal. (tim)
Editor: Erna Djedi