WARTABANJAR.COM, TEL AVIV - Militer Israel mengatakan pada 2 Oktober 2024, unit infanteri reguler dan lapis baja bergabung dalam operasi darat di Lebanon selatan melawan Hizbullah, ketika Israel bersiap untuk membalas serangan rudal Iran. Setelah memerangi Hamas di Gaza, Israel meningkatkan kehadirannya di Lebanon selatan dalam konfliknya dengan Hizbullah sehari setelah diserang oleh Iran. Hal itu meningkatkan kekhawatiran bahwa negara penghasil minyak di Timur Tengah itu akan dilanda konflik yang lebih luas. Baca juga:Eskalasi Meningkat, Presiden Instruksikan Evakuasi WNI di Lebanon Penambahan pasukan infanteri dan lapis baja dari Divisi 36, termasuk Brigade Golani, Brigade Lapis Baja ke-188, dan Brigade Infanteri ke-6, menunjukkan bahwa operasi tersebut telah melampaui serangan komando terbatas. Militer mengatakan operasi darat tersebut sebagian besar ditujukan untuk menghancurkan terowongan dan infrastruktur lainnya di perbatasan, dan tidak ada rencana untuk melakukan operasi yang lebih luas yang menargetkan Beirut atau kota-kota besar di Lebanon selatan. Iran siap menyerang lagi Sementara itu, Iran mengatakan pada tanggal 2 Oktober bahwa serangan rudal terhadap Israel – serangan militer terbesarnya terhadap negara tersebut – telah berakhir, kecuali ada provokasi lebih lanjut, sementara Israel dan Amerika Serikat berjanji untuk membalas. Israel akan melancarkan “balas dendam yang signifikan” dalam beberapa hari yang dapat menargetkan fasilitas produksi minyak di Iran dan lokasi strategis lainnya, situs berita AS Axios melaporkan, mengutip para pejabat Israel. Meskipun ada seruan gencatan senjata dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, AS, dan Uni Eropa, pertempuran antara Israel dan Hizbullah yang berbasis di Lebanon terus berlanjut pada 2 Oktober. Baca juga:PBB Tegas Menyatakan Tak Ingin Lihat Invasi Darat di Lebanon Israel kembali melakukan pemboman terhadap wilayah pinggiran selatan Beirut, yang merupakan basis kelompok yang didukung Iran, dengan setidaknya selusin serangan udara terhadap apa yang disebutnya sebagai sasaran kelompok tersebut. Kepulan asap besar terlihat membubung dari beberapa bagian pinggiran kota. Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk wilayah tersebut, yang sebagian besar telah dikosongkan setelah berhari-hari terjadi serangan besar-besaran. Hizbullah mengatakan pihaknya menghadapi pasukan Israel yang menyusup ke kota Adaisseh di Lebanon pada awal 2 Oktober dan memaksa mereka mundur. Di lain pihak, Iran pun mengatakan serangan 1 Oktober terhadap Israel semata-mata ditujukan pada fasilitas militer. Kantor berita Iran mengatakan tiga pangkalan militer Israel menjadi sasaran. Teheran mengatakan serangannya merupakan respons terhadap pembunuhan Israel terhadap para pemimpin militan dan agresi di Lebanon terhadap Hizbullah dan di Gaza. Baca juga:Beredar Video Netanyahu Lari Selamatkan Diri Saat Rudal Iran Hujani Tel Aviv “Tindakan kami selesai, kecuali rezim Israel memutuskan untuk melakukan pembalasan lebih lanjut. Dalam skenario ini, respons kami akan semakin kuat,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dalam postingannya di X pada awal Oktober 2019.(pwk) Editor: purwoko