Dayung Rowing PON XXI Ditunda Sehari karena Air Laut Pasang Surut
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, ACEH - Cabang olahraga dayung rowing beach sprint atau rowing pantai Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI ditunda pelaksanaannya. Panitia memutuskan menunda pertandingan akibat pasang surut air laut di venue pertandingan.
Rencananya, cabor rowing digelar di Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Loknga, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (17/9).
Baca juga:Venue Cabor Tembak PON XXI Aceh-Sumut Dinilai Masih Belum Layak Pakai
"Sebetulnya dengan cuaca saat ini sudah bisa lomba, tetapi karena air lautnya surut dan ada karang maka pertandingan kita tunda," kata technical delagate cabang olahraga dayung rowing pantai Budiman Setiawan di Pantai Pulau Kapuk, Kabupaten Aceh Besar, Selasa.
Wakil Ketua Umum III Pengurus Besar (PB) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) tersebut mengatakan lanjutan babak perempat final akan dilaksanakan pada Rabu (18/9) pagi pukul 06.00 WIB di Pantai Pulau Kapuk, Kabupaten Aceh Besar.
Dijelaskan, dari dua jalur pertandingan rowing beach sprint, satu di antaranya terdapat tumpukan karang sehingga membahayakan keselamatan para atlet jika tetap bertanding.
Oleh karena itu, panitia bersama pihak terkait memutuskan menunda pertandingan.
"Kondisinya itu dangkal dan ada karang sehingga kita tunda, dan kembali dilaksanakan besok," ujarnya seperti dikutip Antara.
Sebelum ditunda panitia penyelenggara telah memulai empat pertandingan di nomor coastal woman X1 (CWX1) yang mempertemukan Maluku berhadapan Sulawesi Tenggara, Papua Barat melawan tuan rumah Aceh, DKI Jakarta berhadapan dengan Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan bertemu Jambi.
Baca juga:Atlet Kalsel Dipastikan Selamat Saat Venue Cabor Tembak di PON XXI Aceh-Sumut Ambruk
Sementara itu, salah seorang atlet rowing pantai asal DKI Jakarta, Lola Hanarina Blegur menyikapi positif keputusan panitia yang menunda pertandingan.
Apalagi, faktor keselamatan atlet menjadi yang utama selama pertandingan berlangsung.
Pedayung putri kelahiran 26 Juni 2007 tersebut menilai keputusan panitia yang menunda pertandingan sudah tepat. Apalagi, di salah satu jalur lintasan terdapat karang sehingga sangat membahayakan atlet jika tetap bertanding.
"Kita harus menunggu. Sebab mau bagaimana lagi karena memang badai dan sedang pasang surut juga," kata peraih medali perak pada nomor tanding light weight single sculls (LW1X) PON XXI tersebut.(pwk)
Editor: purwoko