Peringati Maulid Nabi Muhammad, 325 Orang Ikuti Tradisi Baayun Maulid di Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Hari ini, Senin (16/9/2024) umat Islam di Kota Banjarmasin memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Sultan Suriansyah dengan cara menggelar acara Baayun Maulid.
Biasanya, agenda tradisi tahunan ini digelar tiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peserta baayun biasanya umum saja bisa dari segala kalangan usia.
Mereka yang baayun biasanya memiliki hajat atau keinginan tertentu.
Baayun dalam Bahasa Banjar, berarti melakukan ayun atau diayun, karena pelakunya mengayun dirinya dalam ayunan yang dihias aneka macam hiasan khas Banjar menggunakan kain kuning.
Sembari baayun, peserta berdoa mengucapkan hajat atau cita-cita yang ingin diwujudkannya.
BACA JUGA: Semarak Baayun Maulid di Tapin Diikuti Ribuan Peserta, Terjauh dari Jakarta Timur dan Yogyakarta
Di sekitar ayunan itu biasanya diletaki aneka benda tradisional yang berfungsi sebagai pikaras yaitu simbol pengingat dan penyemangat bahwa cita-cita yang diinginkan harus tercapai.
Mengutip berbagai sumber, pelaksanaan Baayun Maulid ini biasanya dijadikan agenda wisata religi tahunan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, kerap digelar di halaman masjid bersejarah Masjid Sultan Suriansyah.
Hari ini, Senin (16/9/2024) bertepatan dengan tanggal kelahiran Nabi Muhammad yaitu 12 Rabiul Awal, di Masjid tertua di Kalsel itu dilaksanakan acara Baayun Maulid.
Panitia Baayun Maulid, Kautsar mengatakan, hingga ditutupnya pendaftaran, peserta Baayun Maulid di Masjid Sultan Suriansyah yang terdaftar sebanyak 325 orang, terdiri dari anak-anak hingga lansia.
“Yang daftar, paling muda anak umur 10 hari, dan yang paling tua umur 66 tahun,” ungkapnya belum lama ini.
Beberapa hari sebelum pelaksanaan, panitia telah mempersiapkan berbagai perlengkapan seperti tenda dan rangkaian bambu untuk penyangga ayunan kemudian dihias.
Biasanya, berbagai hiasan aksesoris yang diletakkan pada ayunan seperti anyaman daun kelapa, buah-buahan, uang kertas, kembang, hingga beragam wadai Banjar.
Pada kegiatan Baayun Maulid tahun 2024 ini, panitia juga menyediakan berbagai macam hadiah kepada para peserta yang beruntung dengan cara diundi.
Panitia sekaligus pengurus Masjid Sultan Suriansyah ini menjelaskan bahwa kegiatan Baayun Maulid rutin dilaksanakan setiap tahun saat bulan Rabiul Awwal untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad.
Menurut Kautsar, para peserta yang mengikuti Baayun Maulid biasanya keluarga yang ingin mengenalkan anaknya dengan tradisi dan mengenalkan syair-syair maulid sejak dini.
“Ada yang rutin ikut, ada juga yang nazar sendiri, misalnya waktu belum punya anak niatnya waktu punya anak baayun maulid terus dikabulkan, lalu anaknya diiikutkan baayun,” ujarnya.
Untuk diketahui, selain untuk melestarikan melestarikan tradisi Banjar, Baayun Maulid juga punya nilai spiritual yang kuat di dalamnya.
Baayun Maulid biasanya diiringi oleh tabuhan terbang dan syair-syair sholawat puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. (yayu/berbagai sumber)
Editor: Yayu