WARTABANJAR.COM, TANGERANG - Politisi PSI yang juga bakal calon wali kota (bacawalkot) Tangerang Faldo Maldini ditolak masuk stadion saat hendak menyaksikan pertandingan Liga 2, antara Persikota Tangerang melawan PSMS Medan di Stadion Benteng Rebon, Sabtu (14/9/2024). Faldo dilarang memasuki stadion oleh seorang suporter. Namun Faldo mengklaim diarahkan ke VIP. Meski demikian, Faldo batal nonton. Baca juga:DPR dan Pemerintah Sepakat Pilkada Ulang untuk ‘Kotak Kosong yang Menang’ pada Tahun 2025 Faldo pun membuat pernyataan, kasak-kusuk dengan penonton itu bukan sebagai penolakan. "Enggak ditolak, tetapi tadi ada dari teman-teman wakil Ketua Umum Benteng Mania Bang Asraf, - kalau saya enggak salah namanya, beliau dapat pesan, saya enggak tahu yang ngasih pesan siapa,- katanya Bang Faldo jangan di reguler terus, VIP saja," ujarnya di lokasi Stadion Benteng Rebon. Faldo mengaku membeli tiket pertandingan sepak bola tersebut kelas reguler supaya bisa menonton bersama warga masyarakat. Namun, kala dirinya hendak memasuki pintu masuk tribun sebelah timur, tiba-tiba dicegat seorang suporter dan tidak dibolehkan masuk stadion. "Terus saya bilang emang belinya (tiket) reguler biar sama warga masyarakat. Terus diajak, ya sudah Bang Faldo pindah ke VIP, tetapi saya bilang enggak bisa begitu, dari reguler ke VIP. Padahal kan saya beli (tiket) reguler sama teman-teman juga," tuturnya seperti dikutip dari beritasatu.com. Atas insiden itu, Faldo memilih membatalkan menonton pertandingan Persikota vs PSMS Medan agar tidak terjadi kegaduhan. "Jadi ya daripada membuat tidak enak, saya memilih berdagang saja. Tadi saya berikan minuman untuk para penonton gratis," ucapnya. "Setidaknya teman-teman yang dapat tiket giveaway itu sudah masuk semua. Bagi saya paling penting sekarang Persikota menang. Kalau pun saya belum bisa masuk ke tribun bareng warga hari ini, apa pun alasannya, enggak apa-apa," sambung Faldo. Baca juga:Ribuan Kepala Desa di Jatim Ikrar Satu Komando Tak Berpolitik Praktis pada Pilkada 2024 Faldo tidak mempermasalahkan adanya insiden tersebut. "Kami tidak menganggap ini sebuah insiden. Kami kira ini mungkin hanya salah paham dan mudah-mudahan bisa ketemu sama yang ngasih arahan (suporter yang melarang masuk)". "Saya bingung siapa yang kasih arahan, kenapa enggak muncul ngomong sama saya langsung," pungkasnya.(pwk) Editor: purwoko