WARTABANJAR.COM, BALIKPAPAN - Seorang kakek berusia 65 tahun di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tewas dililit ular piton sepanjang lebih dari 2 meter pada Kamis (5/9). Dalam rekaman video amatir, ular piton sepanjang lebih dari 2 meter ini akhirnya dilumpuhkan oleh masyarakat sekitar, setelah melilit tangan kanan dari kakek bernama Decky di kawasan Jalan Sepinggan Raya, Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan itu. Baca juga:Viral, Bocah di Tabalong Meninggal Setelah Digigit Ular Saat Tidur, Sempat Muntah-muntah Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (5/9/2024) malam, sekitar pukul 20.30 Wita. Saat itu, korban bermaksud menangkap seekor ular piton yang tengah mengintai ayam peliharaannya. Namun, upaya penangkapan ular piton itu ternyata tak berjalan mulus, karena badan ular sepanjang lebih dari 2 meter, langsung melilit tangan korban dengan cukup keras. Diduga karena kerasnya cengkeraman ular itu, mengakibatkan korban mengalami penyumbatan pembuluh darah. Istri korban, Yatemi mengatakan, peristiwa nahas yang dialami Decky ini bermula saat korban akan menyelamatkan ayam peliharaannya dari terkaman ular piton. Ia yang melihat ada ular dekat dengan kandang ayam, lantas berusaha mengejar ular itu hingga akhirnya ular pun berhasil ditangkap. Namun  meski kepala ular itu telah ditangkap, tetapi badan dan ekor ular ternyata masih mencoba melakukan perlawanan dengan cara melilit tangan korban hingga korban kehabisan nafas dan terjatuh ke tanah. “Awalnya ayam itu bunyi-bunyi, setelah itu bapak melihat ayam dan ternyata ada ular. Ular itu dikejar dan ditangkap, tetapi langsung melilit tangan bapak". "Setelah itu bapak kehabisan nafas dan langsung jatuh,” ungkap Yatemi kepada Beritasatu.com saat ditemui di rumah duka di Kota Balikpapan, Sabtu (7/9/2024) Siang dikutip dari Beritasatu.com. Menurutnya, pihak keluarga dan warga setempat, sempat mencoba melarikan korban menuju ke rumah sakit. Namun, saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, nyawa korban ternyata sudah tidak tertolong. “Sempat dibawa naik ke rumah sambil kita menunggu ambulans. Begitu ambulans datang dan dibawa dan saat perjalanan itu masih ada nyawanya, tetapi 25 menit kemudian ketika sampai di rumah sakit diperiksa dan sudah enggak ada nyawanya,” imbuhnya. Baca juga:Petugas DPKP Banjar Evakuasi Ular Phyton di 2 Lokasi dalam Sehari Warga setempat pun tak mengira korban bakal meninggal dunia akibat dililit oleh ular piton. Pasalnya, korban memang dikenal oleh masyarakat setempat telah berulang kali sukses menangkap ular dengan ukuran yang jauh lebih besar Kini jenazah korban telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Prona 3 Kecamatan Balikpapan Selatan. Pihak keluarga pun berharap agar pemerintah segera melakukan langkah antisipasi untuk membersihkan ular di sekitar kawasan pemukiman padat penduduk guna mencegah peristiwa serupa kembali terulang.(pwk) Editor: purwoko