Sejumlah Media Asing Soroti Aksi Unjuk Rasa Rakyat Menentang Revisi RUU Pilkada di Jakarta
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Sejumlah media asing menyoroti aksi unjuk rasa yang digelar rakyat Indonesia memprotes pengesahan revisi RUU Pilkada yang berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, kemarin Kamis (22/8/2024).
Di antaranya adalah media Korea Selatan, Naver.com.
Naver.com dalam artikelnya menulis bahwa unjuk rasa ini untuk menolak langkah parlemen Indonesia untuk memutar balik waktu demokratisasi.
"Warga negara menolak langkah parlemen Indonesia untuk memutar balik waktu demokratisasi. Upaya Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk mengamandemen undang-undang pemilihan umum untuk mengizinkan putra keduanya mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah telah memicu protes besar-besaran menentang langkah tersebut," demikian bunyi lead berita dalam artikel Naver.com tersebut, dikutip Jumat (23/8/2024).
Media itu melanjutkan menulis bahwa rakyat Indonesia menuntut pemerintah untuk menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait undang-undang Pilkada yang telah ditetapkan.
Tak hanya Naver.com, media online Arab, yaitu Arab News juga turut memberitakan unjuk rasa tersebut.
Arab News menulis, "Polisi Indonesia menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan ribuan pengunjuk rasa yang berusaha menyerbu gedung DPR setelah mereka merobohkan sebagian pagar dan melempari polisi dengan batu."
BACA JUGA: Serangan Udara Israel Sasar Sebuah Pasar di Gaza, Sedikitnya 9 Warga Tewas
"Para pengunjuk rasa menduduki jalan-jalan di depan gedung DPR. Beberapa memegang spanduk dan papan nama, sementara yang lain menyalakan api dan membakar ban.
Mahkamah Konstitusi pada hari Selasa menolak gugatan terhadap batas usia yang mencegah orang di bawah 30 tahun untuk mencalonkan diri sebagai gubernur, yang akan mencegah putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, 29 tahun, untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah di Jawa Tengah," tulis Arab News lagi.
Pembahasan berbeda diterbitkan oleh media asing lainnya, Aljazeera, membahas tentang tudingan praktek nepotisme kepada Presiden Joko Widodo dalam kasus ini juga pada pemilihan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka (36) sebagai Wakil Presiden RI belum lama ini.
Aljazeera menulis bahwa "Kegemparan ini terjadi beberapa bulan setelah putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, 36 tahun, terpilih sebagai wakil presiden termuda di Indonesia, yang memicu tuduhan nepotisme. Jokowi juga dituduh membantu melantik penggantinya, Panglima TNI Prabowo Subianto, yang akan mulai menjabat pada bulan Oktober."
"Para ahli mengatakan bahwa rakyat Indonesia mulai kecewa dengan Jokowi dan upayanya untuk mempertahankan pengaruh politiknya. Ia akan mengundurkan diri sebagai presiden setelah menjalani masa jabatan maksimal dua periode lima tahun," lanjut media Arab tersebut.
Aljazeera mengutip pernyataan seorang narasumber, yaitu pakar politik yang berbasis di Jakarta di pusat penelitian data dan demokrasi Monash University, Ika Idris dalam artikel itu, mengatakan bahwa rakyat marah atas manipulasi yang sedang berlangsung terhadap sistem demokrasi Indonesia.
Selain ketiga media asing di atas, berdasarkan pantauan Wartabanjar.com, media sing lainnya seperti Reuter dan Voice of America juga membuat artikel tentang ini. (yayu)
Editor: Yayu