Reshuffle Kabinet Jokowi Turut Dongkrak Kurs Rp Terhadap USD

Baca juga: Nama-nama Calon Menteri Baru Beredar, Kian Santer Isu Jokowi Reshuffle Kabinet Senin Besok

Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi juga melantik Hasan Nasbi sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Taruna Ikrar sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Selain reshuffle kabinet, kenaikan nilai rupiah ini juga didukung meningkatnya peluang penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), pada September 2024. Hal itulah yang menekan kinerja mata uang dolar AS dan menopang kinerja mata uang rupiah.

Dari sisi data ekonomi AS pekan lalu menunjukkan penjualan ritel melebihi ekspektasi, sementara Indeks Harga Produsen (PPI) dan Indeks Harga Konsumen (IHK) mengindikasikan bahwa inflasi menurun.

Baca juga: PKS Umumkan Usung Ridwan Kamil – Suswono di Pilkada Jakarta

Selain itu, perumahan baru AS turun 6,8 persen pada Juli menjadi 1,238 juta unit dari kenaikan 1,1 persen pada Juni, yang merupakan level terendah sejak 2020.

“Angka ini menambah kekhawatiran terhadap kekuatan perekonomian, terutama setelah laporan inflasi dan tenaga kerja yang lebih lemah baru-baru ini,” ujarnya.

Di sisi yang lain, Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, dalam pernyataannya pada hari Sabtu pekan lalu mengatakan bahwa saat ini ekonomi AS tidak menunjukkan tanda-tanda overheating, sehingga bank sentral harus waspada untuk mempertahankan kebijakan restriktif lebih lama dari yang diperlukan.