Pimpinan Golkar Sesalkan Pemaksaan Pelepasan Jilbab pada Paskibraka

Hetifah mengajak masyarakat untuk lebih menghargai keberagaman budaya dan agama. Ia mengingatkan bahwa sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman, penting untuk menjaga nilai-nilai toleransi yang telah menjadi bagian dari identitas nasional.

“Setiap individu memiliki hak untuk berpakaian sesuai dengan ajaran agama yang dianut, tanpa tekanan dari pihak mana pun,” ujarnya.

Hetifah berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Ia mengimbau semua pihak saling menghormati dan menjaga keberagaman di Indonesia.

“Kita semua harus belajar dari kejadian ini dan berkomitmen untuk melindungi hak asasi setiap warga negara, apapun latar belakangnya,” tutup Hetifah.

Sebelumnya, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, menjelaskan pertimbangan anggota Paskibraka melepas hijabnya saat pengukuhan pada Selasa (13/08/2024) lalu. Hal itu untuk mengangkat nilai-nilai keseragaman dalam pengibaran bendera.

“Karena memang kan dari awal Paskibraka itu uniform (seragam),” kata Yudian ketika memberi pernyataan pers di Hunian Polri, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu (14/08/2024).

Dirinya menegaskan bahwa anggota Paskibraka putri melepaskan hijab mereka secara sukarela. Sebelumnya, mereka juga telah menandatangani surat pernyataan tentang kesediaan mematuhi peraturan pembentukan dan pelaksanaan tugas Paskibraka. Mereka juga membubuhkan tanda tangannya di atas materai Rp 10.000 yang menandakan pernyataan tersebut resmi dan mengikat di mata hukum. (Sidik Purwoko)

Editor: SIdik Purwoko