Polisi Perkirakan Guru Agama Meninggal 6 Jam Sebelum Ditemukan di Landasan Ulin Banjarbaru
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Polisi memperkirakan Ahmad (47), guru agama yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Tambak Buluh, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan telah meninggal lebih dari enam jam sebelum jasadnya ditemukan.
Perkiraan tersebut didasarkan pada sejumlah temuan saat pemeriksaan terhadap jasad korban.
Baur Inafis Polres Banjarbaru, Aipda Aulia Rahman mengatakan, kondisi tubuh korban menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada rentang waktu kematian tersebut.
“Dari aroma, lebam mayat, kemungkinan sudah enam jam-an lah, bisa lebih,” terangnya, Jumat (29/5/2026).
Selain kondisi jasad, petugas juga menemukan sejumlah petunjuk lain di sekitar lokasi kejadian.
Di antaranya pakaian yang diduga baru dicuci dan masih berada di sekitar area tempat korban ditemukan.
Menurut Aulia, temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk yang diamati penyidik untuk menelusuri aktivitas korban sebelum meninggal dunia.
“Menurut keterangan saksi tadi ada cucian pakaian. Kemungkinan setelah salat Subuh beliau mau mandi atau mau nyuci, mungkin kesetrum tidak sengaja,” ujarnya.
Meski demikian, dugaan tersebut masih sebatas perkiraan berdasarkan temuan awal di lokasi kejadian.
Polisi juga menemukan genangan air yang berasal dari tandon berwarna oranye yang mengalami kebocoran.
“Kita tidak tahu pemicunya, apakah ada andil daripada air itu kepada korban,” kata Aulia.
BACA JUGA: Breaking News: Guru Agama Ditemukan Tak Bernyawa di Landasan Ulin Banjarbaru
BACA JUGA: Polisi Ungkap Hasil Visum Jenazah Guru Agama Meninggal di Landasan Ulin Banjarbaru
Di balik peristiwa tersebut, korban diketahui merupakan seorang guru agama yang selama sekitar satu bulan terakhir menjadikan musala di lokasi itu sebagai tempat singgahnya.
Menurut Aulia, kawasan tersebut sebelumnya merupakan area perkantoran yang kini sebagian bangunannya dimanfaatkan sebagai tempat singgah.
“Sidin di situ kurang lebih baru satu bulan. Hanya numpang tidur di musala,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu