Breaking News: Guru Agama Ditemukan Tak Bernyawa di Landasan Ulin Banjarbaru
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Seorang guru agama ditemukan meninggal dunia di belakang kantor PT Berkah Usaha Unggul, Jalan Tambak Buluh RT 02 RW 06, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (29/5/2026).
Korban diketahui bernama Ahmad (47), warga Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru.
Kapolsek Liang Anggang, Kompol Heru Setiawan mengatakan pihaknya menerima laporan terkait penemuan korban sekitar pukul 11.30 Wita.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas dengan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.
“Setelah dilakukan pengecekan, benar ditemukan seorang laki-laki dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi, korban pertama kali ditemukan oleh M. Erwan Dhany yang datang ke lokasi sekitar pukul 10.57 Wita.
Korban diketahui kerap singgah di kawasan tersebut dan biasanya berada di musala yang berada di lingkungan kantor.
“Saksi datang ke lokasi dan mencari korban di tempat yang biasa berada, namun korban tidak ditemukan,” ungkap Kompol Heru.
Karena korban tidak ditemukan di lokasi yang biasa disinggahinya, saksi melanjutkan pencarian ke bagian belakang kantor yang berada di samping musala.
“Korban ditemukan dalam keadaan terbaring miring di bawah tandon air,” tambahnya.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
BACA JUGA: Penemuan Mayat di Intan Sari Banjarbaru, Ditemukan Tergeletak Dalam Rumah
BACA JUGA: Kronologi Penemuan Mayat di Pengayuan Banjarbaru
Petugas dari Unit Identifikasi Polres Banjarbaru selanjutnya melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Korban kemudian dibawa ke RSUD Idaman Banjarbaru untuk dilakukan visum,” jelas Kompol Heru.
“Dugaan sementara korban meninggal dunia karena tersengat arus listrik pada saat memperbaiki mesin air,” bebernya lebih lanjut.
Meski demikian, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
”Korban diketahui merupakan seorang guru agama dan kerap menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat persinggahan,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu